REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Garda Revolusi Iran pada Ahad (12/4/2026) memperingatkan musuh-musuh Iran akan pusaran maut di Selat Hormuz, seiring dengan pengumuman Presiden Donald Trump bahwa Washington akan memberlakukan blokade terhadap selat tersebut.
Selat tersebut secara praktis telah ditutup Teheran sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran.
Baca Juga
Berapa Kerugian Materi yang Ditanggung Israel Akibat Perangi Iran? Ini Perkiraannya
Bukan Zamzam, Inilah Air Paling Utama yang Pernah Ada di Muka Bumi Menurut Ulama
Eks Petinggi Militer Israel: Iran Siap Balas Dendam, Trump Kemungkinan Berkhianat Tinggalkan Kami
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi mengatakan dalam unggahan di platform X bahwa musuh akan terjebak dalam pusaran maut di Selat Hormuz jika mengambil langkah yang salah.
Mereka menambahkan, seluruh lalu lintas pelayaran... berada di bawah kendali penuh Angkatan Bersenjata Iran.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dalam konteks ini, Kantor Berita Fars yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Iran, dikutip Aljazeera, Senin (14/4/2026), mengatakan Trump telah ‘bergabung’ dengan tim Iran
Korps menambahkan, dengan ancaman Trump memberlakukan blokade militer di Selat Hormuz, dia sejatinya telah memupus harapan terakhir para analis akan penurunan harga minyak, menurut deskripsinya.
Lembaga tersebut menyebutkan bahwa setelah pengumuman gencatan senjata selama dua pekan dan persetujuan bersyarat Iran untuk membuka kembali selat tersebut, harga minyak Brent turun sekitar 11 persen menjadi 97 dolar.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)