REPUBLIKA.CO.ID,JEMBER - Bupati Jember Muhammad Fawait menyerukan agar semua pemangku kepentingan di wilayahnya berkolaborasi demi mengentaskan masalah kemiskinan ekstrem.
Secara khusus, pria yang akrab disapa Gus Fawait mengajak BUMN PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan Perum Perhutani untuk memanfaatkan lahan produktif milik negara di Jember, guna mengatasi kemiskinan yang saat ini masih berjumlah 216.760 jiwa.
Baca Juga
Soal Permintaan JK untuk Tunjukkan Ijazah, Petinggi PSI: Saya dan Jokowi Tertawa
Queiroz Kembali Lagi ke Piala Dunia, Kini Tangani Timnas Ghana
Iran Tolak Keinginan AS untuk Ikut Kontrol Selat Hormuz
“Kemiskinan di Jember tidak mungkin bisa diatasi hanya dengan APBD Jember. Kita harus berkolaborasi,” kata Gus Fawait dalam siaran pers pada diskusi bertajuk “Potret Kemiskinan Ekstrem di Lahan Negara, Siapa Bertanggung Jawab?” yang digelar di Universitas Jember, Senin (13/4/2026)
Gus Fawait berharap PTPN bisa memastikan bahwa warga yang bekerja di perkebunan mendapatkan upah layak. Sebab, data menunjukkan banyak warga yang tinggal di lahan negara itu merupakan warga miskin ekstrem.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Berdasarkan data Pemkab Jember pada Desember 2025, warga miskin ekstrem atau yang masuk Desil 1 di kawasan perkebunan mencapai 22.043 jiwa atau 5.325 keluarga.
Sementara itu, Perum Perhutani diminta memberikan akses kepada warga miskin ekstrem untuk mengelola perhutanan sosial. Di Jember, ada sekitar 36.000 hektare lahan kawasan perhutanan yang akan dialihkan menjadi hutan sosial.
“Kami tidak mungkin minta dana kepada PTPN dan Perhutani. Tetapi mereka punya aset yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung program Presiden, program kabupaten, untuk pengentasan kemiskinan,” lanjut dia.
Fawait berharap melalui pembinaan dan pelatihan dari Pemkab Jember, setiap keluarga miskin ekstrem bisa mengelola minimal satu hektare lahan. Dengan demikian, keluarga pengelola hutan sosial tersebut otomatis keluar dari kategori miskin ekstrem.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, sepakat dengan pernyataan Gus Fawait. Ardi mendorong PTPN dan Perhutani tidak sekadar mempekerjakan warga miskin ekstrem sebagai pekerja musiman.
“Kalau bisa kemiskinan dientaskan, warga diberikan lahan agar ikut dapat hasil dari BUMN. Jangan cuma diberikan bantuan yang tidak mendidik menurut kami,” kata Ardi dalam acara yang sama.