Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menyatakan, pemerintah pusat menyiapkan program beasiswa khusus guru yang belum D4 dan S1 dengan kuota mencapai 150.000 orang dalam skala nasional pada tahun ini.
Hal itu disampaikan Mendikdasmen dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Timur di Surabaya pada Selasa (14/4/2026).
Mu’ti menyebut, dalam program beasiswa itu pemerintah menganggarkan Rp3 juta per semester untuk masing-masing guru. Program ini merupakan upaya untuk pemerataan kualitas SDM tenaga pendidik.
“Ada program yang kami sudah anggarkan untuk beasiswa bagi guru yang belum D4 atau S1 untuk 150.000 guru semua jenjang yang beasiswanya kami alokasikan Rp3.000.000 per semester untuk masing-masing guru,” katanya.
Program tersebut kini masih dam proses pendaftaran. Untuk itu Mu’ti berharap dukungan dari kepala daerah di Jatim untuk mendorong serapan pemanfaatan program beasiswa.
“Sekarang masih proses pendaftaran sehingga ini juga tentu perlu dukungan dari Ibu Gubernur dan Bupati Walikota se-Jawa Timur,” ujarnya.
Mu’ti menjelaskan tujuan program ini untuk mendukung kebijakan baru pemerintah pada 2027 mendatang. Yang mana mulai tahun depan, mata pelajaran Bahasa Inggris bakal diwajibkan bagi siswa mulai kelas 3 SD.
“Sebagai persiapan, pelatihan intensif bagi guru-guru Bahasa Inggris kini mulai digulirkan secara bertahap,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut dia juga menegaskan bahwa Prabowo Subianto Presiden menginstruksikan akselerasi pendidikan melalui program revitalisasi di tahun 2026.
Sejauh ini program revitalisasi sudah menyasar 11.400 satuan pendidikan. Tahun ini pemerintah akan diperluas hingga 60.000 sekolah untuk memastikan kualitas fasilitas pendidikan merata di berbagai daerah.
”Kami akan menambah hingga 60 ribu satuan pendidikan agar jangkauannya semakin luas dan merata,” pungkasnya. (wld/saf/ipg)




