TABLOIDBINTANG.COM - Kasus dugaan bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin Bandung belum menemui titik akhir. Nina Saleha, ibu pasien yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut, menegaskan bahwa tidak pernah ada kesepakatan damai antara dirinya dengan pihak rumah sakit, seperti yang sempat beredar di publik.
Didampingi kuasa hukumnya, Krisna Murti, Nina mendatangi rumah sakit pada Senin (13/4) untuk memberikan klarifikasi. Langkah ini diambil guna meluruskan informasi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Krisna menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menyetujui penyelesaian secara kekeluargaan. “Yang pertama kami sampaikan, kami membantah. Klien kami belum pernah ada permintaan sepakat damai dengan pihak rumah sakit,” ujar Krisna.
Ia menjelaskan, apabila penyelesaian melalui mekanisme restorative justice benar dilakukan, seharusnya terdapat kesepakatan tertulis sebagai bukti. Namun hingga kini, dokumen tersebut tidak pernah ada.
Menurut Krisna, kunjungan pihak manajemen rumah sakit ke kediaman Nina hanya sebatas penyampaian permintaan maaf. Ia menilai hal tersebut tidak menghapus kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus ini. “Permintaan maaf itu bentuk pengakuan penyesalan, itu kami terima. Tapi itu tidak menghilangkan unsur pidana jika nanti ditemukan adanya tindak pidana,” tegasnya.
Peristiwa ini bermula pada Rabu (8/4) saat bayi Nina dirawat di ruang NICU karena penyakit kuning. Saat hendak melihat kondisi anaknya, Nina mendapati inkubator dalam keadaan kosong.
"Ternyata pas ke sana, anak saya sudah ada yang pegang. Saya belum sepenuhnya curiga, setelah melihat warna selimut biru, dan lihat inkubator, kok enggak ada anak saya. Kemudian saya tarik ibunya," tutur Nina.
Situasi semakin membuatnya terpukul ketika, di tengah kepanikan, seorang petugas keamanan justru meminta dirinya memberikan penilaian layanan rumah sakit. Ia mengaku diminta memberi ulasan melalui ponsel, bahkan nilainya diubah tanpa izin.
"Saya diminta kasih rating, saya kasih empat, lalu satpamnya malah pinjam ponsel saya dan diubah jadi bintang lima dengan kata-kata yang bagus," ungkap Nina.
Kasus ini menjadi sorotan publik setelah Nina membagikan pengalamannya di media sosial. Dalam unggahannya, ia mengaku sempat meninggalkan bayi selama sekitar 30 menit untuk membeli makanan. Saat kembali, bayinya disebut telah diserahkan kepada orang lain.
Pihak rumah sakit sendiri telah menonaktifkan sementara seorang perawat yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Keputusan ini diambil sambil menunggu hasil investigasi internal oleh manajemen dan komite keperawatan.




