Bisnis.com, JAKARTA — Founder Bobibos, Iklas Thamrin, menyatakan kesiapan penuh untuk mengikuti seluruh rangkaian regulasi yang ditetapkan pemerintah terkait penerapan inovasi bahan bakar nabati (BBN) Bobibos. Iklas mengeklaim telah melakukan pengujian Bobibos terhadap kendaraan motor dan mobil.
Kesiapan ini didasari oleh serangkaian uji internal yang telah dilakukan secara mandiri oleh tim produsen sebelum melangkah ke tahap audiensi dengan regulator.
Iklas mengatakan hasil uji mandiri sejauh ini menunjukkan performa yang stabil. Pihaknya telah melakukan pengujian jalan pada berbagai merek motor, mobil penumpang, mesin diesel, hingga armada truk berat untuk memastikan kompatibilitas bahan bakar terhadap berbagai jenis mesin di pasar Indonesia.
“Kami sudah tes jalan di berbagai merek motor, mobil, diesel, bahkan truk,” kata Iklas dilansir dari Antara, Selasa (14/4/2026).
Diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menginstruksikan penerapan uji jalan (road test) terhadap Bobibos, pada kendaraan roda dua dan roda empat. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya pemerintah dalam memvalidasi kelayakan teknis bahan bakar alternatif guna menekan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan fokus pengujian saat ini akan diprioritaskan pada performa mesin kendaraan bermotor. Koordinasi teknis segera dilakukan dengan melibatkan tim dari Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas bersama perwakilan produsen untuk menyusun detail kebutuhan pengujian di lapangan.
Baca Juga
- BRIN Ajak Tim Bobibos Bermitra, Begini Penjelasan Ilmiah Jerami Jadi Bahan Bakar
- Profil Sultan Sinergi Indonesia, Pengembang Bensin Baru Bobibos
- Fakta-fakta Bobibos, Bensin dari Tanaman yang Diklaim Punya RON 98
Bobibos—akronim dari Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia, Bos!—merupakan produk bahan bakar alternatif yang memanfaatkan sumber daya lokal secara maksimal. Secara teknis, Bobibos bekerja dengan mengolah biomassa menjadi bahan bakar yang memiliki karakteristik serupa dengan bahan bakar fosil namun dengan jejak karbon yang lebih rendah.
Keunikan utama dari inovasi ini terletak pada sumber bahan bakunya. Pembina Bobibos, Mulyadi, mengungkapkan produk ini menggunakan jerami sisa panen sebagai bahan dasar utama. Selama ini, jerami sering kali dianggap sebagai limbah tak bernilai yang biasanya dibakar oleh petani sehingga memicu polusi udara. Dengan mentransformasi limbah tersebut menjadi energi, Bobibos tidak hanya menawarkan solusi bahan bakar, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi di sektor pertanian.
Laode menyampaikan untuk menjadi solusi atas BBM jenis bensin yang masih impor, inovasi Bobibos harus mengikuti serangkaian tes.
Laode memerintahkan Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Noor Arifin Muhammad untuk memimpin tim bersama perwakilan Bobibos.
Dia juga mengingatkan tentang sejumlah izin yang perlu diajukan oleh Bobibos kepada kementerian lain, khususnya terkait izin penjualan.





