TABLOIDBINTANG.COM - Gelombang kabar miring yang menimpa penyanyi Rossa belakangan ini dinilai bukan sekadar isu biasa. Pihak manajemen mencurigai adanya skenario terstruktur di balik penyebaran tudingan operasi plastik yang ramai di media sosial.
Dugaan tersebut mencuat setelah tim hukum menemukan pola seragam dalam narasi yang beredar di berbagai platform. Konferensi pers yang digelar di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, pada Senin (13/4), mengungkap indikasi bahwa serangan ini tidak terjadi secara spontan.
Kuasa hukum manajemen Rossa, Natalia Rusli, menyampaikan bahwa kemiripan isi pesan di sejumlah akun memperkuat dugaan adanya pihak yang mengatur penyebaran informasi tersebut.
"Dari yang saya lihat ini sudah terkoordinir dengan baik ya, saya duga atau diduga ini mungkin kompetitor-kompetitor yang tidak menyukai keberadaan Mbak Rossa yang masih terus tetap eksis," kata Natalia.
Ia juga menyoroti penggunaan kalimat yang cenderung identik di berbagai unggahan, yang menurutnya menjadi tanda adanya koordinasi.
"Diduga ada yang mengkoordinir sehingga ini, terorganisir dengan baik saya lihat kata-katanya template semuanya seperti itu," tutur Natalia Rusli.
Selain itu, tim menemukan keterlibatan sejumlah akun media yang disebut memiliki rekam jejak dalam menyebarkan konten bernada negatif. Natalia menilai pola ini bukan hal baru, melainkan bagian dari praktik yang kerap dilakukan oleh pihak tertentu.
"Pembicara-pembicara di media tersebut adalah, yang sudah biasa memang isinya adalah menjatuhkan reputasi, harga diri, nama baik seseorang," ujar Natalia Rusli.
Senada dengan hal tersebut, juru bicara manajemen, M. Ikhsan Tualeka, menilai serangan ini memiliki tujuan jangka panjang, yakni menurunkan citra dan posisi Rossa di industri hiburan Tanah Air.
"Kita perlu tegaskan bahwa kenapa, kita melakukan somasi hari ini karena ini sudah terkesan sistematis untuk menjatuhkan atau men-downgrade beliau sebagai seorang pesohor di Tanah Air," beber Ikhsan.
Lebih lanjut, hasil pelacakan internal menunjukkan akun-akun penyebar hoaks memiliki pola aktivitas serupa, termasuk dalam unggahan sebelumnya yang juga menyerang individu lain.
"Kita tracking ya, misalnya posting akun A dia mendiskreditkan kemudian postingan-postingan sebelumnya nadanya sama," pungkas Ikhsan Tualeka.



