Bos Bulog Sidak ke Pasar Minggu, Pedagang Migor Teriak Plastik Mahal

cnbcindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
Foto: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026) pagi. Sidak ini dilakukan sejak pagi hari dengan menyusuri lapak-lapak pedagang sembako, sekaligus berdialog langsung untuk menggali persoalan yang dihadapi di lapangan.

Setibanya di lokasi, Rizal tak sekadar memantau harga, tetapi juga aktif berdiskusi dengan pedagang terkait kondisi pasokan, harga jual, hingga kendala distribusi minyak goreng rakyat merek Minyakita. Ia bahkan menanyakan langsung detail harga hingga praktik pengembalian uang receh kepada pembeli.

Baca: Fenomena Warteg Kekinian, Tanda Kelas Menengah Makin Terjepit

"Minyakita 2 liter, harganya?" tanya Rizal.


"Rp31.400 (per kemasan 2 liter) ya," jawab Rudi, salah seorang pedagang sembako kepada Rizal.

Rizal kemudian menegaskan, "Enggak boleh lebih ya. Harus siapin uang kembalian ya."

Ia pun mengingatkan agar pedagang tidak menaikkan harga seenaknya, meski kenaikan itu hanya Rp100-200 saja, dengan dalih tidak ada uang kembalian.

"Oke betul. Jangan dilempeng-lempengin. Jangan jual Rp35.000 (per kemasan 2 liter)," ucap Rizal.

Tak hanya menyoroti Minyakita, ia turut menanyakan kondisi stok dan harga jual minyak curah. Pedagang menjelaskan, kondisi minyak curah kini ikut terdampak kenaikan biaya, imbas dari kenaikan harga plastik kemasan.

Foto: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

"Minyak ini curah Rp23.000 (per kg). Dari sananya sudah Rp21.000 (per kg) pak. Belum plastiknya pak, plastiknya mahal pak," kata Rudi.

Rizal pun menelusuri penyebab kenaikan tersebut. "Oh plastiknya mahal, Naik berapa persen?" Tanya Rizal.

Rudi sang pedagang menjawab, "1 kg sampai Rp15.000-an (harga plastik)."

"Sebelumnya ya kayak Cap Wayang kemarin saya beli di harga Rp40.000, sekarang udah sampe Rp68.000," sambung Rudi.

Menanggapi hal itu, Rizal menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah.

"Naik lagi, Nanti kita lagi komunikasikan dengan Kementerian Perindustrian, khusus untuk komoditas plastik ini lagi kita upayakan cari solusinya, supaya Ada teknologi baru untuk packaging. Karena memang plastik sangat Naik harga biji plastiknya," jelas Rizal.

Selain harga, pedagang juga mengeluhkan keterbatasan pasokan Minyakita.

"Kalau bisa pak, kuota Minyakita ini mesti ditambah pak, Soalnya kan mereka di sini kan mahal (minyak curah). Mereka ambil di sini (minyakita) lari ke minyak kita," ujar Rudi.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lain, Ratno. Ia meminta tambahan pasokan karena kuota menurun usai Idulfitri kemarin.

"Pak Dirut, pasokannya minta ditambah. Setelah Lebaran kuotanya kurang, kayaknya dikit. Minta tambahin lagi. Biasanya kan saya pesan 400 dus (kardus), Cuma lagi dikit jadi (cuma) 100 kardus," sebut Ratno kepada Rizal.

Usai sidak, Rizal menjelaskan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Bulog.

"Pagi hari ini kami melaksanakan sidak pasar, seperti biasa, rutin. Kami melaksanakan sidak itu rata-rata seminggu tiga kali," ujarnya.

Ia memastikan secara umum harga masih terkendali. "Dari pengecekan untuk harga beras, kemudian minyakita stabil ya sesuai dengan HET, terutama minyakita," ucap dia.

Namun, ia mengakui adanya peningkatan permintaan akibat pergeseran konsumsi dari minyak curah ke Minyakita.

"Sementara kita saksikan bersama Minyakita juga ada di lapangan dan memang perlu penambahan stok. Ini memang kita tidak pungkiri karena terus terang dampak dari kenaikan harga plastik ini minyak curah. Jadi para konsumen minyak curah beralih kepada Minyakita. Karena kenaikan harga plastik kemasan dan lain sebagainya, sehingga beralih ke Minyakita. Maka kebutuhan Minyakita semakin besar," jelasnya.

Rizal mengatakan, pihaknya telah mengajukan tambahan kuota untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut.

"Nah kemarin kami sudah sampaikan, bahwa kita sudah mengajukan kuota tambahan Minyakita untuk memenuhi kebutuhan nasional, yaitu khususnya untuk pasar-pasar SP2KP seperti ini, ditambah pasar-pasar tradisional, maupun bantuan pangan di periode Februari-Maret ini," terang Rizal.

Baca: Ada Ancaman PHK di RI Efek Ledakan Harga Plastik, Ini Respons Menaker

Ia pun berharap tambahan kuota segera terealisasi.

"Syukur Alhamdulillah mungkin kita tinggal tunggu tambahan kuota tersebut, sehingga bisa untuk memenuhi kebutuhan nasional khusus untuk minyakita," pungkasnya.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bulog Jamin Stok dan Harga Minyakita Aman Jelang Lebaran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PWK Unhas Tinjau Langsung Penerapan Konsep Kota Berkelanjutan di IKN
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Sebut Ulama di Madura Terlibat Peredaran Narkoba, Habib Aboe Dipanggil MKD
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Menilik semarak perayaan Festival Air Thingyan di Yangon, Myanmar
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Ada Batik, Tenun Hingga Kerajinan, UMKM Indonesia Ikut Pameran Dunia di Tokyo Dome Jepang
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK: Penyidik Sita Uang USD 1 Juta yang Diduga Buat Kondisikan Pansus Haji
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.