Perluas Pangsa Pasar, Feel Good Network Ekspansi ke Malaysia

metrotvnews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Feel Good Network, jaringan agensi independen kreatif untuk brand modern, melakukan ekspansi ke Malaysia, dengan peluncuran Tales Asia yang merupakan agensi kreatif full-service berbasis di Kuala Lumpur. Hal ini dilakukan perusahaan untuk memperluas pangsa pasar.

Sebagaimana dilaporkan dalam studi e-Conomy SEA 2025 oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Asia Tenggara diproyeksikan melampaui USD300 miliar dalam GMV tahun ini, dengan pembelian iklan tumbuh 16 persen secara tahunan, didorong oleh video commerce, konten berbasis kreator, dan format iklan bertenaga AI.

Sementara itu, koridor Indonesia–Malaysia semakin bergairah, wisatawan Malaysia tercatat sebagai kelompok pengunjung terbesar ke Indonesia pada 2024, sedangkan brand-brand Indonesia di sektor F&B dan gaya hidup tengah berekspansi pesat ke arah sebaliknya.

“Dua hal tersebut merupakan hal yang mendasari peluncuran kami di Malaysia. Brands bergerak dan bertumbuh dengan cepat, namun hanya sedikit mitra yang memahami dari kedua sisi. Kami membangun Feel Good Network untuk memahami isu tersebut, memadukan adaptabilitas yang independen dengan pemahaman strategis, sehingga klien selalu mendapatkan ide yang cepat dan eksekusi matang,” ujar CEO of Feel Good Network, Wisnu Satya Putra, dalam keterangannya, Selasa, 14 April 2026.

Sementara itu, CCO of Feel Good Network & Founder of Tales Asia, Lila Talitha, mengatakan peluncuran Tales Asia sebagai kesempatan besar untuk membantu brands bergerak di Indonesia dan Malaysia, dengan keahlian untuk memahami budaya dan kebiasaan masing-masing negara, membuatnya menjadi relevan tanpa harus kehilangan identitas.

“Ini adalah peran yang ingin kita jalani, jembatan budaya yang menjadi kekuatan lokal demi pertumbuhan regional,” ujar dia.

Penunjukan Kepemimpinan

Feel Good Network juga mengumumkan tiga penunjukan senior, yakni Reza Akbar sebagai Chief Growth Officer (CGO), Erick Sebastian sebagai Chief Content Officer (CCO), dan Ranggaz Laksmana sebagai Group Strategic Advisor.

Reza dan Erick akan memimpin pertumbuhan Feel Good Network yang semakin akseleratif, memperluas kemitraan strategis, memperkuat solusi lintas unit, serta meningkatkan cara Feel Good Network dalam merencanakan, mengeksekusi, dan mengukur hasil kerja.

Sementara itu, Ranggaz Laksmana membawa kemampuan strategis venture-building yang telah diasah di berbagai sektor yang berhadapan langsung dengan konsumen. Dia akan mendukung perusahaan dalam pengembangan usaha dan kemitraan, sekaligus memberikan perspektif yang lebih luas mengenai relevansi Brand, perilaku audiens, dan peluang pertumbuhan.

Baca Juga:  Bisnis SEO Terancam AI, Perusahaan Perlu Adaptasi Strategi Digital



Feel Good Network, jaringan agensi independen kreatif untuk brand modern, melakukan ekspansi ke Malaysia, dengan peluncuran Tales Asia yang merupakan agensi kreatif full-service berbasis di Kuala Lumpur. Dok. Istimewa

Chief Growth Officer of Feel Good Network, Reza Akbar, menjelaskan sejak didirikan pada 2025, Feel Good Network tumbuh delapan kali lipat dan bermitra dengan lebih dari 20 klien di berbagai industri. Jaringan ini dibangun karena para brands saat ini menghadapi tantangan pertumbuhan yang tidak bisa diselesaikan satu agensi dengan satu disiplin ilmu, mulai dari kebutuhan memproduksi ratusan konten tanpa mengorbankan kualitas, mengelola influencer di berbagai lini, hingga memahami metrik mana yang benar-benar menggerakkan bisnis.

Perusahaannya menghadirkan para spesialis yang tepat untuk setiap tantangan tersebut, dihubungkan oleh data bersama dan strategi yang terpadu, sehingga setiap karya yang dihasilkan berkontribusi secara kumulatif pada pertumbuhan yang terukur.

"Para Brands yang bekerja sama dengan kami bukan sedang mencari agensi, mereka mencari mitra pertumbuhan yang benar-benar memahami tantangan spesifik dan mampu menghadirkan orang-orang yang tepat untuk menyelesaikannya. Sebagian membutuhkan skala konten yang besar tanpa kehilangan kualitas. Yang lain ingin mengubah media sosial menjadi saluran bisnis yang nyata, atau akhirnya menghubungkan data dengan berbagai keputusan yang benar-benar berarti,” ujar dia.

Reza menambahkan strategi dan kreativitas menentukan arahnya, para spesialis yang tepat memastikan semuanya berjalan dan memberikan dampak. “Inilah yang menggerakkan tahun pertama kami, dan inilah yang akan kami perbesar ke depannya,” ujar dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pro Kontra Warga Jepang soal Pembangunan Masjid Besar Fujisawa
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Mendadak! Ghana Tunjuk Eks Pelatih MU Jelang Piala Dunia 2026
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Laba Chandra Asri Rp 3,51 T per Kuartal I 2026, EBITDA Tertinggi dalam Sejarah
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Tamara Bleszynski Sebut Netizen Keliru soal Ketidakhadirannya di Pernikahan Teuku Rassya
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Gerai Menantea Jerome Polin Tutup Permanen, Kok Bisa?
• 23 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.