Terkini, Makassar — Makassar Culinary Night (MCN) kembali digelar pada 2026 dengan dukungan Honda, mengusung tema Go Green sebagai upaya mendorong kolaborasi kreatif, penguatan UMKM, serta gerakan sosial berbasis lingkungan di Kota Makassar.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 17–19 Oktober 2026 di Benteng Rotterdam Kota Makassar, salah satu ikon bersejarah yang menjadi pusat aktivitas publik dan kreatif.
Founder MCN, Mistri Andi Muin, menyampaikan bahwa MCN telah memasuki lebih dari satu dekade penyelenggaraan sejak pertama kali digelar pada 2015.
Selama perjalanannya, MCN telah berpindah di sejumlah titik strategis, seperti Lapangan Hasanuddin hingga Monumen Mandala.
“MCN sudah melewati satu dekade. Kami pernah berpindah-pindah lokasi, namun yang terpenting adalah kepercayaan publik. Di mana pun tempatnya, MCN tetap menjadi ruang bagi kreativitas dan kabar-kabar baik,” ujar Mistri saat konferensi pers di AMEC Trans Studio Mall Makassar.
Dorong Gerakan, Bukan Sekadar FestivalMCN menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar festival kuliner, melainkan sebuah movement yang membawa dampak sosial, khususnya dalam isu lingkungan.
Sejumlah langkah konkret yang diterapkan antara lain:
* Pengurangan penggunaan plastik oleh tenant
* Penggunaan kemasan ramah lingkungan
* Penyediaan kantong biodegradable
* Water station gratis bagi pengunjung yang membawa tumbler
“Edukasi harus dimulai dari diri sendiri. Kami membiasakan tidak menggunakan plastik dan membawa tumbler. Harapannya, ini bisa menjadi gerakan yang lebih besar di masyarakat,” jelasnya.
Edukasi Wisata Lewat Walking TourSebagai bagian dari kampanye, MCN juga menghadirkan kegiatan walking tour yang menggabungkan olahraga dengan edukasi wisata.
Kegiatan ini mengajak masyarakat mengenal lebih dekat lokasi-lokasi bersejarah di Makassar sekaligus mendorong pemanfaatannya sebagai destinasi wisata.
“Bukan hanya jalan bersama, tapi bagaimana kita mengedukasi bahwa banyak tempat di Makassar bisa menjadi destinasi wisata,” tambah Mistri.
Gandeng Komunitas LingkunganDalam implementasi Go Green, MCN menggandeng sejumlah komunitas, di antaranya Rako Indonesia pengelolaan sampah botol plastik, Yayasan Timur Laut edukasi lingkungan, Cycle Valley, pengelolaan limbah organik.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan event yang tidak hanya meriah, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan,” imbuhnya.
Dukungan Pemkot dan HondaPemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata turut mengapresiasi konsistensi MCN dalam mendorong inovasi UMKM.
“Event ini memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan berinovasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah,” ujar Kepala Bidang Promosi, Yulianti Jabir.
Kegiatan ini sudah berjalan cukup lama dan terbukti mampu menarik wisatawan, baik lokal maupun nasional. Pemerintah tentu sangat mendukung karena ini menjadi bagian dari promosi Kota Makassar.
“Kami juga akan membantu dari sisi publikasi bersama media, termasuk mempromosikan berbagai rangkaian kegiatan setelah pelaksanaan event,” lanjutnya.
“Apalagi kegiatan ini turut memperkenalkan museum dan lokasi bersejarah di Makassar. Ini menjadi bagian penting dalam memperkuat citra kota dan mengangkat potensi wisata yang ada,” tambahnya.
“Harapannya ke depan kegiatan ini bisa semakin baik, semakin besar dampaknya, dan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak,”pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan Honda, Benedikta, menilai MCN sebagai event yang memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat.
“Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan seperti ini. Tema Go Green juga sejalan dengan komitmen kami terhadap kendaraan ramah lingkungan,” Corporate Communication Astra Motor Sulawesi Selatan, Benedicta Caroline.
Harapan BerkelanjutanMCN berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi juga gerakan berkelanjutan yang menggabungkan pelestarian lingkungan dan budaya lokal.
“MCN bukan sekadar event, tetapi gerakan yang membawa dampak,”imbuh Dikta.
Dengan konsep yang terus berkembang, Honda Makassar Culinary Night diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kreatif, penguatan UMKM, serta gerakan sosial berbasis lingkungan di Kota Makassar.




