jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi meningkatkan level kerja sama pertahanan ke tahap Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (Major Defense Cooperation Partnership/MDCP).
Kesepakatan strategis ini dicapai dalam pertemuan bilateral antara Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan AS Pete Hegseth di Markas Pentagon, Senin (13/4) waktu setempat.
BACA JUGA: Indonesia dan Amerika Serikat Jalin Kerja Sama untuk Dukung Folu Net Sink 2030
“Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan bilateral Amerika Serikat–Indonesia menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama," kata Juru Bicara Pentagon Sean Parnell dalam keterangan resmi Pentagon, dipantau di Jakarta, Selasa.
Kemitraan MDCP ini akan menjadi landasan bagi penguatan berbagai program kerja sama, mulai dari latihan militer bersama, pertukaran intelijen, hingga modernisasi alutsista. Langkah ini dipandang krusial di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang di kawasan Indo-Pasifik.
BACA JUGA: DPR Bakal Bahas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus dengan Menhan Sjafrie
Ia menjelaskan bahwa MDCP memiliki tiga pilar utama yang dilaksanakan berdasarkan prinsip saling menghormati dan kedaulatan nasional.
Ketiga prinsip itu adalah modernisasi militer dan pembangunan kapasitas, pelatihan dan pendidikan militer profesional, serta latihan dan kerja sama operasional, kata Parnell.
BACA JUGA: Komisi I Bakal Rapat Bareng Menhan, Bahas Kasus Andrie Yunus & 3 Prajurit TNI Gugur
Jubir Pentagon menyampaikan bahwa dalam pertemuan mereka, Menhan Sjafrie dengan Menhan Hegseth berkomitmen untuk memperluas cakupan dan kompleksitas latihan bilateral maupun multilateral, seperti Super Garuda Shield.
Peningkatan tersebut, kata dia, adalah dalam rangka memperkuat kapabilitas kolektif antara militer kedua negara dalam upaya menjaga perdamaian.
"Kedua pemimpin menegaskan kembali hubungan pertahanan yang penting dan terus berkembang, serta membahas berbagai tujuan bersama, termasuk peningkatan pelatihan pasukan khusus dan pendidikan militer profesional," Sean Parnell menambahkan.
Dalam kesempatan yang sama, Menhan Hegseth juga memuji Indonesia atas partisipasinya dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) dan keputusan RI menerima peran komando dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza, kata Parnell.
Adapun kerja sama yang baru disepakati tersebut mencerminkan pembangunan berkelanjutan atas hubungan pertahanan bilateral AS-Indonesia yang telah dibangun selama beberapa dasawarsa.
Selain itu, Indonesia dan AS mengakui satu sama lain sebagai mitra penting dalam sektor pertahanan.
Kedua negara pun menegaskan komitmen untuk bekerja sama berdasarkan prinsip saling menghormati, penghargaan atas kedaulatan, serta kepentingan bersama dalam menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan, demikian pernyataan dari Pentagon.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




