Nadiem Makarim: Perhitungan Kerugian Negara Direkayasa!

rctiplus.com
16 jam lalu
Cover Berita
Nadiem Makarim: Perhitungan Kerugian Negara Direkayasa!Nasional | okezone | Selasa, 14 April 2026 - 14:01Dengarkan Berita

JAKARTA - Mantan Mendikburistek sekaligus terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebooks dan Chrome Device Management, Nadiem Makarim menyatakan kerugian negara diperkara yang menjeratnya direkayasa.

Pasalnya, auditor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tidak melakukan perbandingan harga dalam menghitung kerugian negara.

"Hari ini terbukti secara mutlak bahwa perhitungan kerugian negara itu direkayasa sehingga rugi," kata Nadiem, Senin (13/4/2026).

"Saksi daripada BPKP dan tim yang melakukan audit kerugian dari BPKP mengaku secara terbuka di sidang bahwa mereka tidak membandingkan harga beli chromebook dengan harga pasar," sambungnya.

Menurutnya, di zaman yang serba digital ini dapat dengan mudah melakukan perbandingan harga jika ingin membeli produk. Namun, hal itu tidak dilakukan BPKP.

Baca Juga:OTT di Cilacap, KPK Sita Uang Ratusan Juta

"Ini (perbandingan) tidak dilakukan BPKP secara sengaja. Mereka sengaja menggunakan perhitungan cost accounting. Jadi harga produksi ditambah-tambah dengan asumsi wajar mereka sendiri. Ini adalah bukti terkuat bahwa ini adalah manipulasi daripada data," tandasnya.

Dodi S. Abdulkadir, penasihat hukum Nadiem, menekankan bahwa laporan audit BPKP tidak disajikan secara detail dan terkesan menutupi data pembanding dari distributor.

Dia juga merujuk pada kesaksian mantan Ketua LKPP, Roni Dwi Susanto, yang menyatakan bahwa tidak ada kemahalan harga dalam proyek tersebut.

 

"Jadi dari ahli LKPP, Ketua LKPP, mantan Ketua LKPP, Pak Roni, sudah menyatakan bahwa tidak ada kemahalan harga,” ujarnya.

Senada dengan Dodi, Ari Yusuf Amir menilai kesaksian ahli BPKP meragukan karena hanya berbasis pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang isinya telah terbantahkan oleh keterangan para distributor dan prinsipal di persidangan.

“Dalam persidangan dijelaskan, maka kita tanyakan kepada ahli tadi, bagaimana seandainya kalau terdapat fakta ternyata BAP-BAP itu salah. Karena kita sudah memeriksa semua distributor dan prinsipal dalam persidangan ini yang menjelaskan bahwa harga itu tidak kemahalan,” ujarnya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KKP Catat Potensi Serapan Karbon Biru di RI hingga 10 Juta Ton per Tahun
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Salut! Tak Hanya Sembuh dari Kanker, Aldi Taher Kini Fokus Rawat Ibunda Pasca Stroke
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Infografis Waspada Musim Kemarau 2026 Paling Kering Sepanjang 30 Tahun
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Wisatawan ke Taman Nasional Komodo Dibatasi, Ketua DPD RI Sultan: Waktunya Kurang Tepat
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Ubedilah Badrun Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Buntut Pernyataannya Soal Prabowo-Gibran
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.