BEKASI, KOMPAS.com – Siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kota Bekasi berinisial EQ (17) diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya ANF sejak pertama kali masuk sekolah pada Juli 2025.
Humas Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kota Bekasi, Eva Rosseptiana, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah melakukan upaya mediasi dan perdamaian.
Menurut Eva, proses mediasi dilakukan pada hari yang sama setelah adanya laporan dari siswa kepada wali kelas tepatnya pada 6 Februari 2026.
"Saat itu dengan wali kelas dan guru BK-nya sudah sempat dilakukan mediasi. Dan sudah terjadi kesepakatan damai di situ, mereka juga sudah meminta maaf antara kedua belah pihak," ungkap Eva saat ditemui Kompas.com, Selasa (14/4/2026).
Baca juga: Korban Bullying di Bekasi Dilaporkan ke Polisi usai Pukul Kakak Kelas Pakai Ompreng MBG
Meski sempat diselesaikan secara kekeluargaan, kasus tersebut kini justru bergulir ke jalur hukum.
Eva menambahkan, pihak sekolah kembali berupaya mempertemukan kedua belah pihak setelah kasus tersebut dilaporkan ke kepolisian dan menjadi perhatian publik.
"Usai kasus tersebut mencuat, upaya dari pihak sekolah untuk mempertemukan sudah, ya. Pihak ANF dan EQ sudah berusaha kami pertemukan melalui pengacaranya," ujarnya.
Namun, rencana tersebut belum terealisasi karena masing-masing pihak telah menunjuk kuasa hukum.
"Kendalanya mungkin di situ, jadi sudah diserahkan ke jalur hukum," tambah Eva.
Pihak sekolah juga membantah informasi yang menyebut EQ tidak lagi bersekolah setelah insiden tersebut.
Eva menegaskan bahwa EQ tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa, meskipun sempat absen karena sakit.
"Informasi dari guru kelasnya anak EQ tetap masuk ya setelah kejadian itu. Absensinya lancar, cuma memang sempat tidak masuk karena trombositnya turun, kena DBD," jelasnya.
Selain itu, Eva menegaskan bahwa sekolah tidak melakukan pembiaran terhadap dugaan perundungan yang terjadi dan secara rutin melakukan pembinaan kepada siswa sebagai langkah pencegahan.
"Wali kelas tidak mungkin membiarkan hal seperti itu. Kami setiap ada kesempatan pasti membahas tentang pembullyan," katanya.