REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, rencana pembangunan trem di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, masih dalam tahap kajian. "Untuk trem Kota Tua, apa yang disampaikan Pak Wakil Gubernur tentunya perlu dikaji lebih dalam," kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026).
Usulan menghidupkan lagi trem melintasi Kota Tua mencuat setelah disampaikan Wakil Gubernur DKI Rano Karno. Transportasi publik di Jakarta warisan pemerintah Kolonial Belanda itu dihapus pada 1962.
Baca Juga
Rano Karno Ingin Kembali Hidupkan Trem di Kota Tua
Pramono Instruksikan Bersihkan Ikan Sapu-Sapu di Semua Wilayah Jakarta
Pramono Ancam Sanksi Manipulasi Respons Aduan JAKI
Pramono menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih memprioritaskan penyelesaian proyek MRT Lebak Bulus-Kota yang ditargetkan rampung pada awal 2029. Dia pun optimistis keberadaan transportasi terintegrasi akan menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut.
"Karena kalau itu sudah dilakukan nanti KRL-nya jalan, MRT-nya jalan, Transjabodetabek atau TransJakarta-nya jalan ke Kota Tua, saya yakin Kota Tua akan menjadi tempat baru yang akan dikunjungi warga masyarakat," ucap Pramono.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Selain MRT, sambung dia, Pemprov DKI juga berencana mengembangkan rute bus Transjakarta yang menghubungkan Kota Tua dengan wilayah di luar Jakarta. Dia menilai, integrasi transportasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.