Jakarta: PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) meraih satu Peringkat Emas dalam ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup.
Capaian tersebut diperoleh melalui program Kerak Telor (Kerajinan Pangan Kelompok Transformasi Ekonomi Lokal Sunter) yang dijalankan oleh Integrated Terminal (IT) Jakarta.
Selain itu, tujuh unit operasi lainnya turut meraih Peringkat Hijau, yakni Soekarno Hatta Terminal & Hydrant Installation (SHAFTHI), Aviation Fuel Terminal (AFT) Husein, Fuel Terminal (FT) Cikampek, IT Balongan, FT Bandung, FT Tanjung Gerem, dan FT Tasikmalaya.
Penghargaan Proper Emas diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hani Faisol Nurofiq, kepada Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, pada Selasa, 7 April 2026 di Gedung Sasono, TMII, Jakarta.
Hani menyebut Proper menjadi motor transformasi bagi perusahaan untuk tidak sekadar taat terhadap regulasi, tetapi juga melampaui kepatuhan melalui inovasi dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“Proper adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga :
Wujudkan Pemerataan Energi, Kapal LPG Gas Camellia Bersandar ke SumbawaProgram IT Jakarta menjadi satu dari 39 perusahaan yang meraih Proper Emas dari total 164 kandidat pada tahun ini.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Komitmen Pertamina Patra Niaga tidak hanya menopang ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasi,” ujar Ega.
Program Kerak Telor sendiri merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan yang menyasar kelompok rentan, seperti ibu rumah tangga dan lansia di Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Program ini telah memberikan manfaat langsung kepada 26 orang dan manfaat tidak langsung kepada 1.225 orang. Produk yang dihasilkan meliputi olahan makanan seperti almond crispy, peanut cookies, dan chocolate soft cookies.
Pengembangan program dilakukan bertahap, dimulai dari pelatihan tata boga pada 2024, dilanjutkan pelatihan pembukuan, pemasaran, hingga pengurusan legalitas usaha seperti sertifikasi halal pada 2025. Pada 2026, fokus diarahkan pada inovasi produk UMKM serta penguatan kolaborasi pemasaran.
Dari sisi ekonomi, program ini berhasil meningkatkan omzet kelompok hingga 34%. Sementara dari aspek lingkungan, pemanfaatan limbah juga dilakukan dengan mengolah 1.218 kilogram cangkang telur menjadi media tanam.
Executive General Manager Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Freddy Anwar, menyatakan capaian ini akan menjadi dorongan untuk memperluas dampak program di wilayah lain.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ujarnya.




