Bukan Tugas Resmi, Tapi 15 Prajurit Ini Rela Hujan-Hujanan Demi Satu Desa di Langkat

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di ujung Desa Kebun Balok, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, ada sebuah jurang kecil yang selama bertahun-tahun memisahkan dua dunia. Di satu sisi, Dusun V Expedit. Di sisi lain, Dusun VI Ladangan. Keduanya bertetangga, namun terasa jauh, karena tak ada jembatan yang menghubungkan mereka.

Anak-anak harus memutar jalan panjang hanya untuk sampai ke sekolah. Petani menggotong hasil panen melewati medan yang licin dan berbahaya. Warga yang sakit harus berjuang ekstra sebelum bisa mendapat pertolongan. Bertahun-tahun, itulah kenyataan yang mereka terima sebagai takdir.

Baca Juga
  • Roblox Kids dan Roblox Select Hadir di Indonesia
  • KAI Serap 54,9 Juta Liter BBM Subsidi, Dukung Transportasi dan Logistik Nasional
  • YABN Bersama YPKAAR Salurkan 4.560 Paket Alat Tulis Sekolah di Maluku

Hingga 15 prajurit TNI dari jajaran Kodim 0203/Langkat datang,  dan menolak membiarkan takdir itu berlanjut.

Mereka bukan insinyur besar. Mereka bukan kontraktor dengan alat berat dan anggaran miliaran. Mereka adalah prajurit, dari unsur Zidam I/BB, Koramil, dan Babinsa, yang datang dengan tangan kosong, tekad penuh, dan satu misi sederhana: membangun jembatan yang selama ini diimpikan warga.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Semen, pasir, batu koral, besi, semua material dikumpulkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Tidak ada yang terbuang sia-sia. Setiap adukan semen adalah bukti bahwa mereka benar-benar hadir, bukan sekadar lewat.

Ketika hujan turun, seperti seolah alam pun ingin menguji niat mereka, para prajurit itu tidak mundur. Mereka tetap bekerja. Berlumpur. Basah kuyup. Namun tak satu pun yang menyerah.

Dua Dusun, Satu Harapan

Jembatan tipe armco itu kini berdiri kokoh: panjang 12 meter, lebar 3 meter. Bukan jembatan megah. Tapi bagi warga Kebun Balok, ia adalah sesuatu yang jauh lebih besar dari ukurannya.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menggambarkan momen penyelesaian itu dengan penuh makna.

"Pengerjaan pembangunan jembatan armco sepanjang 12 meter yang menghubungkan Dusun V Expedit dengan Dusun VI Ladangan, Desa Kebun Balok, telah selesai," ujar Asrul di Medan, Selasa.

Kalimat itu sederhana. Namun di baliknya tersimpan keringat, kerja keras, dan kebersamaan yang tak ternilai harganya.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kombinasi Data dan Teknologi, Garmin Hybrid Lab Ubah Cara Latihan Atlet
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
RI Ajukan Permintaan Impor Minyak ke Rusia, Beralih dari AS dan Australia?
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Tamara Bleszynski Sebut Netizen Keliru soal Ketidakhadirannya di Pernikahan Teuku Rassya
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Indonesia dan Vietnam kuasai Grup A usai menang telak
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Bos Pengusaha Minta Ada Tim Khusus Kawal Kerja Keras Presiden Prabowo
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.