Surabaya, VIVA – Perkembangan industri kecantikan global menunjukkan perubahan signifikan dalam preferensi konsumen. Kini, perawatan estetika tidak lagi sekadar berfokus pada tampilan permukaan kulit, melainkan mengarah pada pendekatan yang lebih presisi, menyeluruh, dan berbasis hasil nyata.
Tren ini sejalan dengan meningkatnya minat terhadap prosedur non-invasif yang dinilai lebih aman, minim waktu pemulihan, serta mampu memberikan hasil yang natural. Scroll lebih lanjut yuk!
Laporan dari McKinsey & Company mengungkapkan bahwa industri estetika medis global terus mencatat pertumbuhan yang kuat. Segmen prosedur non-invasif bahkan diproyeksikan tumbuh lebih dari 10–14 persen setiap tahunnya.
Selain itu, sekitar 81 persen konsumen kini menunjukkan penerimaan yang lebih tinggi terhadap prosedur non-invasif dibandingkan lima tahun lalu. Hal ini mencerminkan pergeseran preferensi menuju perawatan yang memberikan hasil natural, minim downtime, serta terukur dan berkelanjutan.
Perubahan tren ini turut mendorong redefinisi standar kecantikan modern. Jika sebelumnya fokus utama adalah kulit yang tampak mulus, kini perhatian beralih pada struktur wajah secara keseluruhan, termasuk kontur, volume, dan harmoni wajah.
Secara medis, proses penuaan tidak hanya ditandai oleh kulit yang mengendur. Lebih dari itu, terjadi perubahan pada struktur wajah seperti berkurangnya volume, hilangnya definisi garis rahang (jawline), serta menurunnya elastisitas jaringan.
Oleh karena itu, pendekatan yang menggabungkan teknik lifting dan contouring dinilai menjadi kunci untuk menciptakan tampilan wajah yang lebih proporsional dan natural.
Menjawab kebutuhan tersebut, inovasi terbaru seperti Ultra Densilift hadir dengan mengombinasikan dua teknologi unggulan. Ultherapy Trilogy Prime Lift bekerja hingga lapisan dalam kulit untuk merangsang produksi kolagen dan membantu mengangkat jaringan yang mulai turun.
Sementara itu, Densilift berfungsi meningkatkan kekencangan sekaligus memperbaiki kualitas kulit secara lebih instan. Kombinasi keduanya diklaim mampu menghasilkan efek lifting dan contouring yang lebih maksimal, natural, serta tahan lama dibandingkan dengan satu jenis perawatan saja.
“Lifting saja tidak cukup, wajah ideal memerlukan kontur 3 dimensi yang proporsional. Yang diperlukan tidak hanya sekadar kencang dan bervolume, melainkan wajah yang secara estetik terlihat menarik, awet muda tapi natural. Dengan pendekatan kombinasi seperti Ultra Densilift, kami dapat memberikan hasil yang lebih menyeluruh, di mana wajah tampak lebih kencang, proporsional, tanpa mengubah karakter aslinya," kata dr. Lanny Juniarti, Dpl. AAAM, Direktur Operasional Miracle Aesthetic Clinic Surabaya.





