Pentingnya Perlindungan Data di Era AI yang Rentan Serangan Siber

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI telah mengubah cara perusahaan beroperasi secara signifikan. Namun, kemajuan tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh pelaku industri, melainkan juga oleh pihak tidak bertanggung jawab seperti peretas.
 
Dalam kondisi ini, ancaman siber menjadi semakin kompleks karena AI turut meningkatkan efektivitas serangan digital terhadap berbagai sektor. Dalam pemaparannya, Country Manager Synology Indonesia Clara Hsu menegaskan bahwa pemanfaatan AI menghadirkan dua sisi, yaitu kemudahan operasional sekaligus peningkatan risiko keamanan siber. 
 
“AI adalah peluang, tetapi juga tantangan. Tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja perusahaan, tetapi juga meningkatkan efisiensi peretas dalam melakukan serangan,” ujar Clara Hsu.

Seiring meningkatnya penggunaan AI, jumlah sistem, data, serta koneksi antarperusahaan juga bertambah. Kondisi ini memperluas celah keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh peretas. Salah satu metode serangan yang paling umum adalah phishing melalui email, dengan korban diarahkan untuk mengklik tautan berbahaya yang dapat mencuri kredensial.
 
Setelah mendapatkan akses, peretas dapat menyusup ke sistem, mengenkripsi data, lalu meminta tebusan melalui serangan ransomware. Dengan dukungan AI, serangan phishing kini menjadi lebih meyakinkan karena dapat disesuaikan dengan profil korban, termasuk pekerjaan dan aktivitasnya. 
 
Selain itu, peretas juga mampu menganalisis pola penggunaan sistem untuk menentukan waktu serangan paling efektif agar tidak mudah terdeteksi. Bahkan, serangan ransomware kini kerap dilakukan pada momen krusial seperti akhir kuartal bisnis, ketika perusahaan berada dalam kondisi paling rentan. 
 
Target serangan siber juga semakin luas, mencakup berbagai sektor tanpa memandang skala organisasi. Namun, terdapat empat sektor utama yang paling sering menjadi sasaran, yakni keuangan, layanan pemerintah, manufaktur, serta kesehatan.
 
Dampak serangan pada sektor-sektor ini dinilai sangat besar, dari terganggunya layanan perbankan, operasional bandara, produksi pabrik, hingga layanan rumah sakit yang berisiko pada keselamatan pasien. 
 
Untuk menghadapi ancaman tersebut, perusahaan membutuhkan solusi perlindungan data yang andal sebagai lini pertahanan terakhir. Dalam hal ini, Synology menghadirkan solusi terintegrasi melalui produk ActiveProtect Appliance.
 
Solusi ini dirancang untuk melindungi data secara menyeluruh, memastikan keamanan melalui isolasi sistem, serta menyediakan opsi pemulihan data yang fleksibel dan teruji. ActiveProtect memiliki tiga kemampuan utama dalam menghadapi serangan siber.
 
Pertama, perlindungan data terintegrasi dalam satu sistem sehingga memudahkan pengelolaan. Kedua, penggunaan teknologi isolasi seperti immutable backup dan AirGap untuk mencegah akses tidak sah.
 
Ketiga, kemampuan pemulihan data yang telah diuji guna memastikan backup dapat digunakan saat dibutuhkan. Dalam praktiknya, solusi ini juga mendukung strategi backup modern 3-2-1-1-0, yaitu memiliki tiga salinan data di dua media berbeda, satu di lokasi terpisah, satu bersifat immutable atau tidak dapat diubah, serta nol kesalahan dalam proses pemulihan.
 
Pendekatan ini dianggap lebih relevan dibanding strategi lama karena serangan siber kini juga menargetkan sistem cadangan data. Secara keseluruhan, solusi dari Synology dirancang untuk menjawab tantangan keamanan data di era AI.
 
Integrasi sistem, efisiensi pengelolaan, serta perlindungan berlapis menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan operasional perusahaan di tengah ancaman siber yang terus berkembang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menaker Tanggapi Soal 8.389 Orang Kena PHK hingga Maret 2026
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Perkuat Permodalan, OJK Dorong Konsolidasi BPR
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
KUA: El Rumi dan Syifa Hadju Sudah Urus Surat Rekomendasi Nikah
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Resmi! AFC Ubah Format ACL Elite Jadi 32 Tim Mulai 2026, Klub Indonesia Punya Kesempatan Lebih Lebar untuk Tampil
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Sempat Dikira Gila, Ini Alasan Khalifah Umar Tiba-Tiba Menangis dan Tertawa
• 9 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.