Dorong Lompatan Inovasi, Kepala BSKDN Minta Tabalong Perkuat Kolaborasi & Evidence-Based Policy

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - TABALONG - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri (BSKDN Kemendagri) terus mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat lompatan inovasi sebagai upaya meningkatkan daya saing dan kualitas pelayanan publik.

Hal tersebut disampaikan Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo saat menjadi narasumber dalam Kegiatan Evaluasi dan Penguatan Inovasi Daerah Menuju Predikat Nasional yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tabalong di Hotel Aston Tanjung pada Selasa (14/4).

BACA JUGA: BSKDN Kemendagri Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dengan Pemda

Lebih lanjut, Yusharto menegaskan, guna mencapai lompatan inovasi, pemerintah daerah tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas semata, tetapi harus didukung oleh kolaborasi yang kuat antar-pemangku kepentingan serta kebijakan yang berbasis bukti (evidence-based policy).

BACA JUGA: Kepala BSKDN Ingatkan Pemda Responsif Hadapi Tantangan Pengangguran

Foto: Humas BSKDN Kemendagri

Menurutnya, inovasi yang dibangun di atas data, riset, dan praktik baik akan lebih tepat sasaran, efektif, serta berkelanjutan.

BACA JUGA: Top BUMD Award 2026, Kemendagri Soroti Inovasi untuk Pelayanan Publik dan Ekonomi Daerah

"Dalam kerja-kerja pengembangan inovasi, Pemerintah Kabupaten Tabalong perlu melibatkan seluruh unsur pentahelix, mulai dari akademisi, dunia usaha, masyarakat, hingga media, agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya solutif tetapi juga memiliki dampak luas,” ungkap Yusharto.

Dia menjelaskan, pendekatan evidence-based policy memastikan setiap kebijakan yang diambil telah melalui proses analisis data dan pembuktian empiris, sehingga mampu meminimalisir risiko kegagalan serta meningkatkan akuntabilitas kebijakan publik.

Dengan pendekatan tersebut, inovasi tidak lagi bersifat sporadis, melainkan terarah dan terintegrasi dalam sistem pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Yusharto turut mengapresiasi capaian Kabupaten Tabalong yang berhasil mempertahankan predikat sebagai daerah terinovatif dalam beberapa tahun terakhir.

Namun demikian, dirinya mengingatkan agar capaian tersebut menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas inovasi, bukan sekadar mempertahankan kuantitas.

“Kami yakin ke depan dampak inovasi dari Kabupaten Tabalong akan semakin baik, dengan catatan kualitas inovasi yang dihasilkan betul-betul diperhatikan kualitasnya" ujarnya.

Di sisi lain, dia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan inovasi melalui dukungan regulasi, termasuk pembentukan peraturan daerah tentang inovasi.

Regulasi dinilai penting untuk memastikan inovasi dapat berjalan secara sistematis, berkelanjutan, serta memiliki kepastian hukum bagi pelaksana di lapangan.

Sejalan dengan itu, Yusharto juga mendorong optimalisasi monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan inovasi, serta penguatan basis data inovasi sebagai landasan perencanaan dan pengambilan kebijakan. Pemanfaatan teknologi dan integrasi data juga menjadi faktor penting dalam mendukung ekosistem inovasi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

"Tanpa monitoring dan evaluasi yang kuat, inovasi berpotensi tidak berkelanjutan. Karena itu, penguatan basis data menjadi krusial sebagai fondasi dalam merumuskan kebijakan," pungkasnya. (sam/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNPB Ungkap Rentetan Banjir hingga Karhutla di Sejumlah Wilayah dalam 24 Jam
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
KKP Ungkap Potensi Karbon Biru Indonesia Capai 10 Juta Ton per Tahun
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Pajak Tinggi Bikin Harga Mobil RI Mahal, Tarifnya Bisa 40%
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Laba Bersih Bank Lampung Melesat, Tembus Rp70,8 Miliar di Kuartal I/2026
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Pemerintah jamin pasokan energi terjaga dan terjangkau bagi masyarakat
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.