Jakarta, VIVA – Liburan romantis yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi titik balik pahit dalam rumah tangga Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad. Clara akhirnya membongkar detik-detik mengejutkan saat ia menemukan fakta yang menghancurkan kepercayaannya terhadap sang suami.
Peristiwa itu terjadi saat keduanya tengah berlibur di Bangkok, Thailand, pada akhir Maret 2026. Tanpa firasat apa pun sebelumnya, Clara mengaku tiba-tiba terdorong untuk memeriksa ponsel suaminya—sesuatu yang selama ini tidak pernah ia lakukan. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
"Pada saat saya dekat sampai saya menikah, itu belum pernah saya periksa HP-nya karena saya tahu, maksudnya saya enggak mau cari penyakit," kata Clara Shinta saat konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa 14 April 2026.
Namun, keputusan spontan itu justru membuka kenyataan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Awalnya, Clara tidak menemukan hal mencurigakan di galeri ponsel. Hingga akhirnya ia mengecek folder yang sudah dihapus.
"Tapi enggak tahu kenapa pagi itu saya cek HP-nya, di galeri awalnya enggak ada. Rupanya ada di recently deleted," ujarnya menyambung.
Dari situlah Clara menemukan rekaman yang diduga menjadi bukti perselingkuhan suaminya. Ia mengaku sangat terpukul, terlebih karena selama ini memandang suaminya sebagai sosok yang baik dan religius.
"Enggak nyangka juga ada itu (bukti VCS), enggak nyangka. Keluar malam enggak pernah, minum alkohol bukan peminum alkohol, beliau juga salatnya rajin lima waktu, tambah lagi sunah," ucap Clara.
"Makanya saya cek HP-nya itu dalam keadaan saya happy aja. Enggak ada tanda-tanda, makanya saya syoknya luar biasa," imbuhnya lagi.
Tak mampu menahan emosi, Clara sempat meluapkan kekecewaannya langsung kepada sang suami di tempat mereka menginap. Meski terjadi pertengkaran, keduanya tetap harus berada di satu tempat yang sama selama sisa perjalanan karena situasi yang tidak memungkinkan.
Ketegangan pun terus berlangsung hingga mereka kembali ke Indonesia. Clara mengaku sudah tidak bisa lagi berpikir jernih atau memperbaiki hubungan setelah kejadian tersebut.
Setibanya di Jakarta, ia langsung mengambil keputusan tegas untuk berpisah dan tidak lagi tinggal bersama.





