Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Selasa (14/4/2026).
IDXChannel - Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, pada Selasa (14/4/2026). Kedua tokoh negara tersebut membahas kerja sama pengembangan energi hingga pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Sebelum bertemu Macron, Presiden Prabowo terlebih dahulu melakukan lawatan ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Senin (13/4/2026).
"Usai merampungkan kunjungan kenegaraannya ke Rusia, Presiden melanjutkan agenda lawatan ke Prancis dan bertemu dengan Presiden Republik Prancis, Yang Mulia Emmanuel Macron," tulis akun resmi @presidenrepublikindonesia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor, termasuk pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi, hingga pendidikan dan ekonomi kreatif.
"Sebagai salah satu mitra penting di kawasan Eropa, Indonesia terus mendorong kerja sama berkelanjutan dengan Prancis guna membuka peluang kolaborasi baru yang semakin konkret dan saling menguntungkan bagi kedua negara," tulis keterangan tersebut.
Sementara itu, ketibaan Presiden Prabowo di Istana Élysée disambut secara resmi oleh Presiden Macron beserta pasukan kehormatan. Pasukan Guard of Honor Prancis memberikan penghormatan militer sebagai simbol persahabatan dan penghargaan tinggi terhadap kunjungan Presiden Prabowo.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, kedua pemimpin tampak berjabat tangan dan berbincang singkat sebelum melanjutkan agenda utama. Presiden Prabowo dan Presiden Macron kemudian menuju ruang Les Salon des Portraits untuk melaksanakan pertemuan.
Pertemuan empat mata tersebut menjadi forum strategis bagi kedua pemimpin untuk membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor prioritas, sekaligus bertukar pandangan mengenai dinamika global yang tengah berkembang.
Agenda dilanjutkan dengan jamuan makan siang resmi yang menjadi bagian dari diplomasi tingkat tinggi untuk mempererat hubungan personal antar pemimpin serta memperkuat fondasi kemitraan kedua negara.
(Rahmat Fiansyah)





