Gerakan Aktivis Jakarta Gelar Diskusi Publik tentang Modernisasi Sistem Air Bersih

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Gerakan Aktivis Jakarta menggelar diskusi publik bertajuk “Modernisasi Sistem Air Bersih Jakarta: Tantangan, Strategi, dan Masa Depan Layanan Publik” di Gedung Joang 45, Selasa (14/4/2026).

Diskusi ini menghadirkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco, Direktur Operasional PAM Jaya Syahrul Hasan (mewakili Direktur Utama Arief Nasrudin), serta Raden Umar dari FKDM Provinsi DKI Jakarta.

Dalam pemaparannya, Basri Baco menegaskan bahwa air merupakan hak dasar masyarakat yang tidak tergantikan. Ia menyoroti bahwa selama sekitar 25 tahun, pengelolaan air di Jakarta berada dalam skema swastanisasi yang berorientasi pada keuntungan.

“Sekarang pengelolaan air sudah kembali ke PAM Jaya sebagai BUMD. Ini penting agar negara hadir menjamin akses air bersih yang berkeadilan,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, termasuk kekurangan sambungan air perpipaan sekitar 20 persen dan kebutuhan modernisasi infrastruktur. Di sisi lain, keterbatasan keuangan daerah menjadi kendala serius, sehingga diperlukan skema pembiayaan alternatif seperti creative financing dengan melibatkan pihak swasta.

Basri juga menyampaikan target pemerintah untuk menuntaskan seluruh jaringan air perpipaan dalam beberapa tahun ke depan, disertai inovasi sistem pembayaran yang direncanakan menyerupai token listrik guna meningkatkan efisiensi dan transparansi.

Sementara itu, Syahrul Hasan mengungkapkan bahwa cakupan layanan air bersih di Jakarta saat ini baru mencapai sekitar 82 persen, dengan kapasitas produksi mencapai 23.000 liter per detik. Ia menyebutkan ketergantungan terhadap pasokan air baku dari Jatiluhur serta kondisi jaringan pipa yang luas menjadi tantangan utama.

“PAM Jaya terus melakukan modernisasi, termasuk penggantian pipa lama dengan material HDPE yang lebih aman dan tahan lama,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kebutuhan investasi untuk pengembangan sistem air mencapai Rp34 triliun, dengan sebagian besar didorong melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Selain itu, PAM Jaya saat ini telah melayani sekitar 1,2 juta pelanggan, meskipun masih menghadapi tantangan perilaku masyarakat yang bergantung pada air tanah. Untuk itu, program zona bebas air tanah terus dikembangkan.

Dari sisi kualitas, Syahrul menegaskan bahwa air PAM Jaya telah memenuhi standar kesehatan sesuai regulasi, bahkan telah memperoleh sertifikasi halal pada 2025 berdasarkan kajian keagamaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dibanjiri Produk Mobil Listrik China, Industri Otomotif RI Terancam
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bansos Kemensos Triwulan II/2026 Cair Lebih Cepat: Cek Link, Jadwal & Nominal
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Saat Sekolah Rakyat Ubah Nasib Mantan Penjual Tahu Bulat dan Penjaga Warkop
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Temui Macron di Perancis, Bahas Pengadaan Alutsista hingga Energi
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Survei: Mayoritas Publik Puas terhadap Penanganan Bencana Sumatra oleh Pemerintah
• 14 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.