Trump Buka Peluang Negosiasi Baru Perdamaian AS-Iran usai Blokade Selat Hormuz

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikasikan bahwa jalur diplomatik untuk mengakhiri konflik di Iran berpotensi kembali dibuka pekan ini, menyusul gagalnya perundingan pada akhir pekan yang berujung pada keputusan Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

“Anda sebaiknya tetap berada di sana [Islamabad], karena sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih condong untuk menuju ke sana,” ujar Trump seperti dikutip BBC, Rabu (15/6/2026).

Komentar tersebut disampaikan di tengah konfirmasi militer AS bahwa tidak ada kapal yang berhasil melintasi blokade terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran dalam 24 jam pertama operasi.

Kondisi kebuntuan ini memicu ketidakpastian terhadap keberlanjutan gencatan senjata dua pekan yang dijadwalkan berakhir pekan depan.

Hingga kini, Teheran belum memberikan respons resmi. Namun, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menilai sangat mungkin perundingan akan kembali dilanjutkan.

Pejabat dari kawasan Teluk, Pakistan, dan Iran mengindikasikan bahwa tim negosiasi dari Washington dan Teheran berpotensi kembali ke Pakistan dalam waktu dekat, meski jadwal belum difinalisasi.

Baca Juga

  • Trump Ancam Hancurkan Kapal Iran di Selat Hormuz usai Terapkan Blokade
  • Optimisme Perundingan AS-Iran Koreksi Harga Minyak Global
  • JD Vance: AS Dorong Kesepakatan dengan Iran untuk Hentikan Program Nuklir

Optimisme terhadap kelanjutan diplomasi turut meredakan tekanan di pasar energi, dengan harga minyak acuan terkoreksi ke bawah US$100 pada Selasa.

Iran secara de facto telah menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dan gas global sejak menjadi target serangan udara AS dan Israel pada 28 Februari 2026.

Sebagai respons, lebih dari selusin kapal perang AS dan sekitar 10.000 personel militer dikerahkan untuk menegakkan blokade terhadap seluruh kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran, secara efektif memutus salah satu urat nadi ekonomi negara tersebut.

Kebijakan ini dirancang untuk memberikan tekanan maksimal terhadap Teheran dengan menargetkan dua sumber utama pendapatan negara, yakni ekspor minyak dan pungutan transit dari kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.

Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) melaporkan bahwa enam kapal dagang mematuhi instruksi untuk berbalik arah dalam 24 jam pertama operasi.

Namun demikian, analisis data pelacakan kapal oleh BBC menunjukkan setidaknya empat kapal yang terkait Iran tetap berhasil melintasi Selat Hormuz, termasuk dua yang sebelumnya berlabuh di pelabuhan Iran. Selain itu, tiga kapal non-Iran juga tercatat melintasi selat setelah blokade diberlakukan.

Perundingan tingkat tinggi di Islamabad pada akhir pekan berakhir tanpa kesepakatan, dengan Washington menyatakan Teheran menolak persyaratan yang diajukan.

Isu ambisi nuklir Iran menjadi titik krusial. Amerika Serikat mengusulkan penghentian pengayaan uranium selama 20 tahun, sementara Iran hanya bersedia menghentikan selama lima tahun.

Di tengah peringatan International Monetary Fund bahwa konflik berpotensi menyeret ekonomi global ke dalam resesi, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa “sedikit tekanan ekonomi” merupakan harga yang layak demi stabilitas keamanan jangka panjang.

Pada saat yang sama, China mengecam langkah blokade sebagai tindakan “berbahaya dan tidak bertanggung jawab” yang berisiko memperparah eskalasi serta melemahkan kesepakatan gencatan senjata yang sudah rapuh.

Di sisi  lain, Israel dan Lebanon sepakat membuka jalur negosiasi langsung pascapertemuan di Washington, yang dipicu oleh serangan udara Israel terhadap kelompok Hezbollah yang didukung Iran.

Pertemuan di Departemen Luar Negeri AS tersebut menjadi kontak langsung pertama kedua negara sejak 1993, dinilai “produktif” oleh perwakilan Lebanon dan disebut membuka jalan menuju “era baru perdamaian” oleh pihak Israel.

Seorang pejabat AS menegaskan bahwa tidak terdapat keterkaitan antara perundingan AS–Iran di Islamabad dengan dialog Israel–Lebanon di Washington.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DJP Buka Suara soal Pengawasan Restitusi Pajak Bakal Diperketat
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Hanya Ronda, Kini 17 Kelurahan di Kota Kediri Dilengkapi CCTV
• 18 jam lalurealita.co
thumb
Incar Kawasan Industri, Transkon Jaya (TRJA) Siap Ekspansi Bisnis Angkutan
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mendiktisaintek: Jangan Toleransi Kekerasan Apa Pun di Kampus, Termasuk Seksual
• 3 jam lalukompas.id
thumb
IHSG Sesi I Naik ke Level 7.660, Melesat Hampir 10% dalam Sepekan
• 23 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.