SBY soal Perang AS-Iran: Semua Negara Kena, Ekonomi Berantakan

kompas.com
2 hari lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan, perang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran turut berdampak ke banyak negara.

Salah satu dampak yang paling terasa adalah sektor ekonomi akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah itu.

"Sebab kalau perang masih begini di Timur Tengah, semua negara kena, ekonomi akan berantakan di seluruh dunia," ujar SBY saat menjadi pembicara dalam Supermentor yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), dikutip dari siaran Youtube Sekretariat FPCI, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: 45 WNI Dievakuasi dari Iran ke Azerbaijan untuk Terbang ke Jakarta

Ia berharap, perundingan yang dilakukan delegasi AS dengan Iran di Islamabad, Pakistan, dapat menemui kesepakatan.

"Mudah-mudahan yang sekarang berlangsung di Islamabad, Pakistan, antara delegasi Amerika dan delegasi Iran itu bisa menghasilkan kesepakatan, deal to end the war," ujar SBY.

Jika perang antara AS dengan Iran tidak segera dihentikan, ia khawatir terjadinya krisis ekonomi global seperti yang pernah terjadi pada 2008.

Baca juga: Istana Terus Monitor Kenaikan Harga Plastik hingga Avtur akibat Konflik Timur Tengah

Pasalnya, pecahnya konflik antara AS dengan Israel sejak Februari lalu telah menyebabkan lonjakan harga minyak dunia akibat ditutupnya Selat Hormuz.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Harapannya, Amerika Serikat maupun Iran menemui kesepakatan di Islamabad demi kembalinya stabilitas di dunia internasional.

"Tidak ada resep ajaib untuk sebuah kesepakatan. Perlu ada take and give, kompromi, dan kesediaan masing-masing pihak untuk mundur satu langkah," ujar SBY.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi, Ombudsman Minta Maaf dan Hormati Proses Hukum
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Hari Keempat MTQ XXXIV Sulsel Jadi Penentu, Semua Cabang Ditarget Rampung Hari Ini
• 21 jam laluharianfajar
thumb
TAUD Tanggapi Dugaan Motif Dendam Pribadi Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Upaya Melokalisir
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
18 Serial Netflix Terbaik dari Berbagai Negara, Ada ‘Bridgerton’!
• 26 menit lalutheasianparent.com
thumb
Kunjungan Rusia Berbuah Pasokan Energi dan Rencana Investasi Infrastruktur
• 3 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.