Survei Cyrus: Masyarakat Mendukung MBG, tetapi Menginginkan Perbaikan Tata Kelola

jpnn.com
10 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Survei Cyrus Network yang dilakukan secara daring menunjukkan bahwa publik mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, program itu diminta juga harus disertai dengan perbaikan implementasi dan tata Kelola.

BACA JUGA: KADIN Institute Sebut MBG Bisa Transformasi Ekonomi Nasional

Peneliti Utama Cyrus Network Syahril Ilhami mengatakan sebanyak 65,4 persen masyarakat mendukung MBG.

“Namun 45,6 persen masyarakat menginginkan perbaikan dalam implementasi. Jumlah ini cukup besar, hampir 70 persen dari pendukung MBG menginginkan perbaikan,” ucap Ilhami.

BACA JUGA: Dukung MBG, Ketua PPJI Kota Bekasi Dorong SPPG Hadirkan Pangan Sehat & Ekonomis

Ilhami juga menjelaskan, terdapat 3 alasan utama dari dukungan publik terhadap MBG, yaitu MBG dinilai membantu pemenuhan gizi masyarakat 31,5 persen, mengurangi beban ekonomi keluarga 28,4 persen.

Serta mendukung kesehatan anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui 23 persen.

BACA JUGA: Proyek MBG Ikut Bantu Peningkatan Penjualan Kendaraan Niaga Suzuki

“Ada alasan lain, seperti mendorong pemerataan kesejahteraan 6,8 persen, memiliki dampak jangka panjang bagi generasi muda 4,3 persen, serta mendukung UMKM dan petani lokal 4,1 persen semuanya masih dalam persentase yang kecil,” jelasnya.

Sedangkan bentuk perbaikan implementasi dari keberlanjutan MBG, lanjut Ilhami, dapat terbaca dari alasan publik yang saat ini tidak mendukung program tersebut.

Alasan tersebut di antaranya pelaksanaan MBG yang dinilai kurang baik 30,1 persen, kualitas makanan yang diragukan 22,3 persen, tidak tepat sasaran 11,7 persen.

“Ini bisa menjadi saran masukan kedepan untuk Badan Gizi Nasional sebagai penyelenggara MBG,” tutur Ilhami.

Kendati ada saran perbaikan, survei juga menemukan bahwa Makan Bergizi Gratis sudah dirasakan manfaatnya secara luas dan menjadi menjadi pengetahuan umum di tengah masyarakat.

Tingkat pengetahuan dari MBG sudah mencapai 98,6 persen. Di mana 61,6 persen publik mengaku keluarganya menjadi penerima manfaat langsung MBG, dan 11,3 persen mengaku menjadi penerima manfaat tidak langsung.

"Sepertinya bekerja di dapur, dan ikut sebagai pemasok bahan pangan. Ini jumlah yang sangat besar, artinya program ini sudah secara masif ada dan dirasakan oleh masyarakat,” tambah Ilhami.

Survei yang dilakukan Cyrus Network ini melibatkan 1.260 responden yang tersebar di 126 desa/kelurahan di 38 provinsi di Indonesia pada periode 1-5 April 2026.

Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka, responden merupakan WNI berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. (mcr4/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo dan Macron Bahas Isu Energi hingga Alutsista
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Misi Keluar Zona Degradasi BRI Super League, PSBS Biak Bertekad Konsisten saat Hadapi Persija
• 11 jam lalubola.com
thumb
Ilusi Objektivitas: Apakah Manusia Bisa Benar-Benar Berpikir Objektif?
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Keluarga Korban Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Tembak Marinir Mengadu ke DPRD Jatim
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Polda Metro Kantongi Laporan Dugaan Kekerasan Seksual di Universitas Budi Luhur
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.