Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengungkapkan ingin membuat Fakultas Kedokteran di Universitas Adhyaksa. Menurutnya, nantinya lembaga pendidikan di bawah Kejaksaan Agung (Kejagung) tak hanya ilmu hukum saja.
"Jadi kami mungkin saya dapat umumkan sekali lagi semua, bahwa kami sudah memiliki Universitas, yang tadinya sekolah tinggi hukum yaitu sekolah tinggi hukum sekarang menjadi Universitas Adhyaksa, dan saya punya cita-cita saya mau ada fakultas kedokteran," kata Burhanuddin saat membuka Munas Persaja di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).
Dia menyebut, saat ini Universitas Adhyaksa baru memiliki Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Pihaknya akan berkomunikasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk membahas pembentukan fakultas kedokteran.
"Nanti dukungannya dari IDI untuk fakultas kedokteran ini. Karena kami juga sudah punya rumah sakit, biasanya kan syarat universitas ada fakultas kedokteran adalah rumah sakit. Kami sudah punya rumah sakit," ucapnya.
Burhanuddin menyebut, Kejagung punya beberapa rumah sakit di Banten, Jawa Timur, Jakarta hingga Jambi dan Bali. Katanya, sudah ada 200 dokter yang bekerja di rumah sakit milik Kejagung.
"Mohon nanti dukungan dari Bapak-bapak dari IDI gitu dan gimanapun juga dan kami sampaikan juga di sini bahwa rumah sakit kami ini sebenarnya rumah sakit umum," ucapnya.
Burhanuddin menjelaskan, rumah sakit milik Kejagung biasanya digunakan untuk operasional kesehatan tersangka. Menurutnya, itu pun hanya menggunakan fungsi 2-5 persen saja.
"Kami hanya untuk menerima memeriksa para tersangka. Kalau itu juga kalau ada yang sakit, kemudian mungkin ada yang sakit diinapkan walaupun mungkin kamarnya agak berbeda pakai pakai teralis tapi hanya 2 persen saja loh," ucapnya.
"Kegiatan selebihnya adalah bagi masyarakat, jadi kami tetap dari rumah sakit umum ada BPJS-nya," imbuhnya.
(tsy/whn)





