IEA hingga IMF Kompak Prediksi Harga Bahan Bakar Bakal Terus Tinggi

medcom.id
9 jam lalu
Cover Berita
Istanbul: Tiga lembaga internasional yakni International Energy Agency (IEA), International Monetary Fund (IMF), dan World Bank Group (Bank Dunia) memperingatkan bahwa harga energi dan pupuk berpotensi bertahan tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
 
Peringatan ini muncul di tengah dampak konflik geopolitik global yang masih membayangi stabilitas rantai pasokan komoditas utama dunia. Rantai pasokan terganggu, harga sulit turun Menurut mereka, harga akan tetap tinggi bahkan jika arus pengiriman melalui Selat Hormuz kembali normal, dengan alasan kerusakan rantai pasokan dan keterlambatan dalam memulihkan arus komoditas global.
 
Dalam pernyataan bersama, ketiga lembaga tersebut mengatakan dampak perang di Timur Tengah adalah substansial, global, dan sangat asimetris, yang secara tidak proporsional memengaruhi importir energi, khususnya negara-negara berpenghasilan rendah.
  Baca juga: Dunia Kena Imbas! IMF Sebut Konflik Timur Tengah Ganggu Ekonomi Global Dampak konflik global tidak merata Mereka mengatakan guncangan tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak, gas, dan pupuk, meningkatkan kekhawatiran tentang ketahanan pangan dan kehilangan pekerjaan, sementara beberapa produsen di kawasan itu juga mengalami kerugian besar dalam pendapatan ekspor.

Pernyataan tersebut mengatakan pengiriman melalui Selat Hormuz belum normal dan memperingatkan bahwa bahkan setelah arus kembali normal, akan membutuhkan waktu bagi pasokan global komoditas utama untuk pulih ke tingkat sebelum konflik.
 
Disebutkan juga bahwa kekurangan input penting yang disebabkan oleh gangguan pasokan dapat meluas ke sektor energi, pangan, dan sektor lainnya, sementara pengungsian paksa, lapangan kerja yang lesu, dan penurunan perjalanan dan pariwisata mungkin juga membutuhkan waktu untuk pulih.
 
"Kami membagikan penilaian terbaru kami, menjelang rilis Laporan Pasar Minyak bulanan IEA dan Prospek Ekonomi Dunia IMF pada Selasa, 14 April. Kami juga membahas situasi negara-negara yang paling terdampak oleh guncangan tersebut serta tanggapan dari lembaga-lembaga kami," kata pernyataan itu.
 
"Tim kami bekerja sama erat, termasuk di tingkat negara, untuk memanfaatkan keahlian masing-masing dan membantu negara-negara melalui saran kebijakan yang disesuaikan dan, dalam kasus IMF dan Bank Dunia, dukungan keuangan jika diperlukan," kata pernyataan itu.
 
Lembaga-lembaga tersebut mengatakan mereka akan terus mengoordinasikan dukungan untuk negara-negara anggota dan memantau dampak perang terhadap pasar energi dan ekonomi global.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Empat Prajurit TNI Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Segera Disidangkan
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Kemenpar Kembali Gelar Wonderful Indonesia Awards 2026 untuk Dorong Pariwisata Berdaya Saing Global
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Khofifah Dorong Penguatan Ekosistem Reyog Pascapengakuan UNESCO untuk Jaga Kelestarian dan Nilai Filosofis
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Persib Tak Perlu Cemas! PSM Punya “Mata-mata” untuk Jinakkan Borneo FC di GBH, Zulkifli dan Amiruddin Sudah Hafal Permainan Pesut Etam
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Christina Jajaki Peluang Penempatan Pekerja Migran Sektor Hospitality ke Fiji
• 9 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.