Banjir melanda sejumlah wilayah di Surakarta dan Sukoharjo, Jawa Tengah sejak Selasa hingga Rabu (15/4/2026) dini hari. Hujan deras yang turun tanpa henti di kawasan Solo Raya menyebabkan genangan air di berbagai titik permukiman warga.
Di Kota Solo, banjir mulai terjadi sekitar pukul 21.42 WIB dan menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Serengan, Pasar Kliwon, dan Laweyan. Ketinggian air bervariasi, mulai dari mata kaki hingga mencapai pinggang orang dewasa.
Data sementara mencatat ratusan kepala keluarga terdampak, di antaranya 77 KK di Kelurahan Pajang, 117 KK di Joyosuran, 31 KK di Tipes, 15 KK di Joyontakan, 13 KK di Sondakan, serta 187 KK di Panularan.
Sementara itu, banjir juga melanda Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Hingga kini, pendataan jumlah warga terdampak masih terus dilakukan. BPBD Jawa Tengah mencatat sedikitnya 14 desa di wilayah Sukoharjo terdampak banjir akibat tingginya curah hujan.
Imbasnya, warga terlihat bergotong royong membersihkan sampah kayu yang terbawa arus banjir di Kampung Gambiran. Aktivitas warga masih terganggu, bahkan sejumlah fasilitas pendidikan seperti SD Negeri Sanggrahan 01 terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar karena ruang kelas dan fasilitas sekolah terendam air.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, turun langsung meninjau lokasi banjir, salah satunya di Kecamatan Laweyan. Ia memastikan kondisi warga tetap aman serta kebutuhan dasar terpenuhi. Pemerintah kota juga telah mengoordinasikan bantuan berupa makanan, obat-obatan, selimut, hingga tikar bagi warga yang mengungsi, termasuk kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk segera melaporkan jika terdampak banjir agar dapat segera ditangani. Petugas juga terus bersiaga untuk melakukan evakuasi serta memastikan distribusi bantuan berjalan dengan lancar di wilayah terdampak.





