Melemah ke Rp17.143 per USD, Geopolitik hingga Proyeksi IMF Tahan Rupiah 

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Mata uang Garuda turun 16 poin atau 0,09 persen ke Rp17.143 per USD. 

Melemah ke Rp17.143 per USD, Geopolitik hingga Proyeksi IMF Tahan Rupiah. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Mata uang Garuda turun 16 poin atau 0,09 persen ke Rp17.143 per USD. 

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi membeberkan sejumlah sentimen yang memengaruhi pergerakan rupiah pada hari ini.

Baca Juga:
BI Perkuat Intervensi Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Outflow dan Tekanan Global

Dari eksternal, Komando Pusat AS mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial bahwa blokade pelabuhan Iran telah sepenuhnya diterapkan, dan pasukan AS telah sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang keluar dan masuk Iran melalui laut. 

"Blokade laut terhadap Iran berpotensi meningkatkan gangguan pengiriman di Selat Hormuz, terutama jika Teheran membalas langkah tersebut dengan kekuatan militer. Hormuz adalah titik fokus utama dalam perang Iran, dengan Teheran secara efektif memblokir saluran tersebut sebagai tanggapan terhadap permusuhan AS-Israel pada akhir Februari," tulis Ibrahim dalam risetnya.
 
Selat Hormuz memasok sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia, dengan beberapa negara Asia-Pasifik sangat bergantung pada jalur tersebut. 

Baca Juga:
Trump Enggan Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran

Terlepas dari blokade tersebut, gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran tampaknya tetap bertahan, tanpa laporan serangan baru sejak akhir pekan lalu. 

Sementara itu dari internal, Dana Moneter International atau IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2026 mencapai 5 persen. Angka ini lebih rendah ketimbang laporan IMF Januari lalu yang memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencatatkan kenaikan 5,1 persen.  Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2027 royeksi di 5,1 persen.
 
Tak cuma Indonesia, IMF juga memproyeksi pertumbuhan ekonomi global yang melambat menjadi 3,1 persen pada 2026. 

Baca Juga:
IMF Ungkap Skenario Terburuk Dampak Perang Iran, Dunia Terancam Resesi Global

Hal ini sebagai dampak pecahnya perang di Timur Tengah tahun ini usai perekonomian juga sempat bertahan hambatan perdagangan tahun lalu.


 
IMF bukan satu-satunya lembaga yang menurunkan proyeksinya terhadap Indonesia, sebelumnya World Bank alias Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen pada 2026. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan proyeksi Bank Dunia pada Oktober 2025 karena pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 4,8 persen. 
 
Sementara, Asian Development Bank (ADB) memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh stabil 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Kuatnya permintaan domestik dan belanja infrastruktur menjadi penopang utama stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara terutama Indonesia.
 
Dengan berbagai sentimen di atas,  untuk perdagangan besok, mata uang rupiah masih akan fluktuatif namun diproyeksi ditutup melemah pada rentang  Rp17.140- Rp17.180 per USD.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komitmen dalam Kelancaran Distribusi, PTP Nonpetikemas Palembang Dukung Rantai Pasok Industri Pupuk Nasional
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Jangan Tertipu Janji! Browser AI Ternyata Belum Secanggih Itu, Masih Perlu ‘Disuapi’ Biar Pintar
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Polisi Ungkap Peran 5 Pembegal Petugas Damkar di Jakpus
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Jelajah Rasa di Blok M, Ini 5 Tempat Makan Favorit Anak Jaksel-Gaya Hidup
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Grup Chat 16 Mahasiswa FH UI "Basecamp Puri Asih" dari Kosan hingga Melecehkan Dosen
• 18 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.