Kisah Pasutri Pedagang Gorengan di Kudus Pergi Haji dari Menabung 13 Tahun

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Perjuangan suami istri (pasutri) pedagang gorengan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Suriyah (55) dan Yanto (60), untuk berangkat haji begitu panjang. Keduanya menabung selama 13 tahun hingga mendapatkan panggilan ke Tanah Suci tahun ini.

Suriyah dan suaminya, Yanto, sehari-hari berdagang gorengan. Mereka berbagi tugas. Suriyah bertugas membuat gorengan di warung, sedangkan Yanto bertugas ke pasar untuk membeli sayuran dan kebutuhan warung.

Keduanya merupakan warga Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pasangan suami istri itu tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arwaniyyah.

Keduanya mendaftar haji pada 2013. Mereka tergabung dalam embarkasi Solo kloter 41.

Rencananya, mereka diberangkatkan dari Pendapa Kabupaten Kudus pada Senin (4/5) pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, kloter 41 dijadwalkan tiba di Asrama Haji Donohudan pukul 10.00 WIB.

"Kami berdua menabung selama 13 tahun sejak 2013. Keinginan untuk berangkat haji sudah lama, kemudian kami bersemangat untuk menabung sampai akhirnya alhamdulillah terwujud," kata Suriyah saat ditemui kumparan, Rabu (15/4).

Suriyah menjelaskan, setiap hari ia menabung di sebuah kaleng. Nominalnya bervariasi, mulai dari Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, hingga Rp 20 ribu.

"Kalau tabungan di kaleng sudah penuh, uangnya saya pindah ke bank. Kemudian, saya menabung lagi di kaleng, begitu seterusnya sampai terkumpul dan lunas," terangnya.

Selembar demi selembar uang yang ditabung keduanya merupakan hasil dari berjualan gorengan. Setiap hari, Suriyah menjual gorengan seperti bakwan, mendoan, pisang goreng, getuk, telo goreng, tahu sayur, dan tahu bakso. Satu gorengan dijual seharga Rp 1 ribu. Warungnya buka setiap hari pukul 06.00 WIB hingga 13.00 WIB.

"Sebagian hasil jualan saya tabung di kaleng dan tabungan itu khusus untuk membayar biaya haji," ujarnya.

Ia mengaku tidak pernah absen menabung setiap hari. Semuanya demi satu tujuan, yakni dapat beribadah ke Tanah Suci.

Suriyah dan suaminya, Yanto, mengaku masih tidak percaya keinginan mereka berhaji benar-benar terwujud. Bahkan, saat pelunasan biaya haji, keduanya masing-masing hanya menambah Rp 2.250.000. Sisanya sudah terbayar lewat tabungan di kaleng.

"Teman-teman haji yang lain itu menambah lumayan banyak saat pelunasan. Sampai petugas yang mengurus administrasi pelunasan bilang kepada kami kalau sisa pelunasan hanya Rp 4,5 juta untuk dua orang, tergolong sedikit," ujarnya sambil menahan haru.

Pencapaian keduanya untuk dapat berhaji tidak serta-merta berjalan mulus. Suriyah mengaku area rumah dan warungnya sering terendam banjir saat hujan deras. Namun, ia tetap bersemangat membuka warung dan berjualan gorengan.

"Pernah banjir dua pekan, saya tetap berjualan gorengan. Saya tetap buka warung karena ingin terus menabung," ungkapnya.

Ia tak menampik, dirinya dan suaminya terkadang lelah hingga jatuh sakit. Namun, mereka hanya beristirahat beberapa hari sebelum kembali membuka warung. Ia juga tidak pernah memilih-milih penghasilan. Nominal Rp 5 ribu maupun Rp 20 ribu tetap diterimanya.

"Khusus hari Minggu, menu di warung saya ditambah mie ayam dan bakso. Karena di sekitar warung ada senam pagi dan acara hiburan," jelasnya.

Kini, keduanya rehat sejenak dari aktivitas berdagang gorengan. Mereka tengah mempersiapkan diri untuk beribadah haji. Segala persiapan sudah dijalani, mulai dari manasik hingga cek kesehatan.

"Semoga selama berhaji nanti dimudahkan. Kami senang bisa berangkat haji tahun ini," imbuhnya.

Sementara itu, Yanto mengaku sudah bersiap untuk menjalankan ibadah haji. Persiapannya lebih pada menjaga kesehatan dan menyiapkan pakaian untuk di Tanah Suci.

"Persiapan saya lebih menjaga kesehatan. Selain itu, menyiapkan pakaian," ucapnya.

Ia bersyukur dan senang bisa berhaji ke Tanah Suci. Ia berharap dimudahkan dalam menjalankan ibadah sebagai tamu Allah SWT.

"Semoga dilancarkan ibadahnya. Kemudian kembali ke Tanah Air dengan selamat menjadi haji yang mabrur," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kesambi, Mokhamad Masri, menyampaikan bahwa kedua warganya itu merupakan sosok yang baik serta aktif mengikuti kegiatan di desa. Selain itu, keduanya juga dikenal religius.

"Setiap ada acara di desa, keduanya hadir berkumpul dengan masyarakat," katanya, Rabu (15/4).

Ia mengapresiasi kegigihan Suriyah dan Yanto dalam menabung untuk berhaji. Menurutnya, hal ini dapat menginspirasi warga lainnya.

"Sebuah langkah yang luar biasa dan menginspirasi. Semoga keduanya dilancarkan dalam menjalankan ibadah haji serta pulang menjadi haji yang mabrur," imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Umumkan Rencana Lanjutan Serang Lebanon-Iran di Tengah Perundingan
• 1 jam laludetik.com
thumb
Pejabat Harus Dilindungi: Birokrasi Bukan Arena Politik
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ketum PGI Tanggapi Pernyataan Jusuf Kalla, Sebut Bukan Murni Agama Tapi Distorsi Makna
• 16 jam laludisway.id
thumb
AHY: Infrastruktur Harus Berorientasi pada Kesejahteraan Masyarakat
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
5 Pilihan Airport Transfer Kuala Lumpur Terbaik yang Bisa Disesuaikan dengan Budget
• 10 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.