Banjir Rendam Tiga Daerah di Solo Raya, Ribuan Orang Mengungsi

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, KOMPAS — Tiga daerah di wilayah Solo Raya, seperti Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, dan Karanganyar di Jawa Tengah terendam banjir akibat luapan sungai dan anak sungai Bengawan Solo pada Selasa (14/4/2026). Hingga Rabu (15/4/2026), sejumlah daerah masih terendam dan ribuan orang mengungsi di sejumlah titik.

Di Kota Surakarta, banjir merendam 12 kelurahan di 4 kecamatan, yakni Laweyan, Pasar Kliwon, Serengan, dan Jebres sejak Selasa malam. Kondisi itu membuat ratusan rumah yang dihuni 988 keluarga terdampak. Hingga Rabu, sebanyak 109 jiwa mengungsi ke sejumlah titik karena banjir dengan ketinggian 20-50 sentimeter (cm) masih merendam permukiman.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta Ari Dwi Daryatmo mengatakan, banjir yang terjadi dipicu oleh luapan anak sungai dan sungai Bengawan Solo. Peningkatan debit air di sungai-sungai itu terjadi karena hujan lebat turun di sejumlah wilayah di Solo Raya sejak Kamis siang.

Baca JugaBanjir di Solo dan Sukoharjo, Ratusan Rumah Sempat Tergenang

"Banjir yang dampaknya cukup signifikan seperti ini baru kali ini terjadi di beberapa tahun terakhir. Keterangan dari warga, dulu memang pernah ada banjir seperti ini, sekitar 20 tahun lalu," kata Ari saat dihubungi, Rabu (15/4/2026).

Ari menyebut, upaya mengurangi genangan sudah dilakukan dengan mengoperasikan 16 rumah pompa sejak Kamis. Selain itu, pompa mobile juga dikerahkan untuk menyedot genangan di sejumlah titik.

Kendati demikian, Ari mengakui, pengoperasian pompa-pompa air belum optimal lantaran tinggi muka air di Sungai Bengawan Solo masih tergolong tinggi. Kondisi itu menyebabkan pembuangan air ke sungai terkendala.

Selain mengurangi genangan, Pemerintah Kota Surakarta juga berupaya mengevakuasi warga yang wilayahnya masih terendam banjir. Penanganan dan pelayanan terhadap warga di pengungsian juga dilakukan.

Baca JugaBanjir Rendam Permukiman Warga di Bantaran Bengawan Solo

Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan, pihaknya berfokus pada percepatan pemulihan di wilayah terdampak banjir. Salah satu yang disebut Respati bakal dilakukan adalah pemulihan parapet Sungai Jenes, yang merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

"Sekarang kita tahu yang terdampak dampak adalah di sekitar Sungai Jenes semua. Ini jadi prioritas utama nanti pembenahan di Sungai Jenes untuk tahun ini," ucap Respati.

Di Kabupaten Sukoharjo, banjir melanda 19 desa di lima kecamatan, yakni Baki, Grogol, Kartasura, Gatak, dan Mojolaban. Di wilayah-wilayah itu, banjir terjadi akibat luapan sejumlah anak sungai Bengawan Solo, seperti Sungai Jenes, Sungai Mranggen, Sungai Kembang, dan Sungai Pepe.

Dalam banjir di Sukoharjo, sedikitnya 258 rumah yang ditinggali oleh 3.792 jiwa terdampak. Hingga Rabu, sedikitnya 1.917 jiwa mengungsi di sejumlah titik. Tak hanya rumah warga, sedikitnya 28 unit fasilitas pendidikan di wilayah Sukoharjo juga terdampak banjir.

Baca JugaBanjir Landa Tiga Wilayah Eks Karesidenan Surakarta, Puluhan Ribu Warga Terdampak

Kepala BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, genangan di permukiman yang ada di Sukoharjo belum sepenuhnya surut pada Rabu. Sama dengan di Kota Surakarta, hal itu terjadi karena air dari permukiman belum bisa dialirkan ke sungai karena tinggi muka air di sungai-sungai yang ada masih tinggi.

"Hujan masih terus terjadi hingga tadi pagi, artinya kan genangan semakin tinggi. Tapi siang ini, informasinya sudah tidak hujan. Ini masih menunggu Bengawan Solo surut supaya air dari permukiman bisa mengalir ke sungai," ujar Bergas, Rabu siang.

Menurut Bergas, BPBD Sukoharjo masih terus mendapatkan permintaan evakuasi dari warga terdampak banjir hingga Rabu siang. Pada Rabu, tujuh orang dievakuasi, terdiri dari satu bayi, tiga warga lanjut usia, dan tiga warga yang dalam kondisi sakit.

Baca JugaBanjir Jateng Meluas, Ribuan Orang Mengungsi dan Sejumlah Perjalanan Kereta Api Dibatalkan

"Bantuan-bantuan juga sudah mulai kami salurkan, seperti bantuan logistik. Tadi pagi, dapur umum juga sudah didirikan untuk menyuplai kebutuhan konsumsi warga terdampak," katanya.

Bergas menyebut, seluruh personel dan sumber daya tetap disiagakan di wilayah terdampak lantaran potensi banjir susulan masih ada. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan hingga kondisi benar-benar aman.

 Ke depan, BPBD Jateng mendorong upaya jangka panjang berupa normalisasi sungai serta pembangunan kawasan penampungan air untuk mengurangi risiko banjir berulang. "Kami berharap ada tempat penampungan air, sehingga aliran hujan tidak langsung masuk ke sungai. Ini penting untuk mengurangi beban sungai saat debit air tinggi," kata Bergas. 

Sementara itu, di Kabupaten Karanganyar, banjir melanda dua desa, yakni Desa Waru di Kecamatan Kebakkramat dan Desa Jaten di Kecamatan Jaten. Banjir yang terjadi di dua desa itu dipicu oleh luapan Sungai Bengawan Solo. Dalam bencana itu, puluhan rumah terendam.

Baca JugaBanjir Berulang di Demak, Warga Mendesak Normalisasi Sungai dan Penguatan Tanggul

Pada Rabu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau penanganan banjir di Kecamatan Jaten. Luthfi mengaku sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk penanganan banjir di Karanganyar.

"Kalau bicara kewenangan, ini adalah wewenang BBWS, tetapi saya sudah koordinasi dengan Bupati. Kita bisa mengajukan untuk trapbag sepanjang 200 meter," ujar Luthfi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemendukbangga: Pandawa 24 Jam percepat masyarakat akses informasi JKN
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Tekuk Atletico Madrid 2-1, Barcelona Tersingkir dari Liga Champions
• 18 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Benarkah Oplas Hidung Dapat Mengatasi Masalah Sinusitis?
• 40 menit lalukumparan.com
thumb
Ancaman Proyek Geothermal di Toraja: Aktivis Ingatkan Risiko Lingkungan dan Krisis Air bagi Masyarakat Adat
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Ketua BPM FH UI Mundur Imbas Kasus Pelecehan Chat Grup: Tanggung Jawab Moral
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.