Penyanyi Anggun C. Sasmi akhirnya melebarkan sayap ke dunia seni peran melalui film terbaru karya sutradara Wregas Bhanuteja berjudul Para Perasuk.
Anggun mengaku sangat antusias dan tersentuh bisa menjadi bagian dari proyek ambisius yang sempat diputar di festival film bergengsi, Sundance.
"Terus terang kan aku ini film pertama ya. Langsung tayang di Sundance. Ini pokoknya membuat hati itu jadi berbunga-bunga," ungkap Anggun di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa (14/4).
Bagi pelantun lagu Mimpi ini, Para Perasuk bukan sekadar proyek pekerjaan biasa, melainkan memori yang akan ia simpan selamanya.
"Beneran, beneran buat aku ini salah satu pengalaman yang enggak akan aku lupakan seumur hidup, namanya juga pertama kali," tambah Anggun.
Proses Sulit Anggun di Balik LayarMengingat Anggun berdomisili di Prancis, kendala jarak menjadi tantangan tersendiri untuknya ikut latihan rutin bersama pemain lainnya. Anggun sempat khawatir karena tidak bisa selalu hadir secara fisik dalam sesi persiapan.
"Aku sebenarnya agak frustrasi sedikit bahwa aku tinggalnya di Paris, jadi enggak latihan bareng yang lain gitu. Jadi kadang kalau aku di Indonesia, aku sempat, ya kita latihan reading bareng, tapi kalau enggak ya lewat Zoom gitu lho," jelas Anggun.
Tantangan lainnya, Anggun mengaku sempat kebingungan dengan cerita dan instruksi yang ada di dalam skenario Wregas.
"Terus terang pas baru pertama kali baca skenarionya, baca naskahnya, tetap saja ya bingung saja gitu enggak mengerti," ujar Anggun.
Meski sempat bingung, Anggun percaya penuh kepada sang sutradara. Ia merasa sebagai aktor, tugas utamanya ikut visi sutradara seakurat mungkin.
"Kami kan at the service of the director. Jadi ya kita tuh semua percay kepada dia, bahwa yang dia inginkan itu, yang dia minta dari kita adalah sesuatu yang kita bisa lakukan," tutur Anggun.
Anggun menyoroti gaya penyutradaraan Wregas yang sangat menuntut kejujuran dalam berakting. Salah satunya teknik pengambilan gambar atau suara yang seringkali dilakukan hanya one-take.
"Semuanya itu dikeluarkan secara one-take. Karena Mas Enu juga dan Wregas juga enggak mau kalau self-correction gitu, enggak mau. Jadi pokoknya one-take itu semua begitu. Itu membuat aku belajar secepat mungkin dan sejujur mungkin untuk membuat dari satu roh ke roh yang lain," tutup Anggun.
Film yang diproduksi Rekata Studio ini mengisahkan fenomena Para Perasuk di sebuah desa, di mana emosi dan ekspresi memegang peranan penting.
Film ini dibintangi Chicco Kurniawan sebagai Pawit, Bryan Domani sebagai Ananto, Anggun sebagai Guru Asri, Maudy Ayunda sebagai Laksmi, dan Angga Yunanda sebagai Bayu.
Para Perasuk telah tayang perdana atau World Premiere di ajang Sundance Film Festival 2025 dan akan tayang di bioskop Indonesia pada 23 April 2026.





