Grid.ID – Aktris Zaskia Adya Mecca menyaksikan momen mengharukan saat putrinya, Kala Madali (12), bertemu langsung dan memaafkan terdakwa Praka NC, oknum anggota TNI yang melakukan penganiayaan terhadap asistennya, Faisal. Keduanya bertemu dalam sidang yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta Timur.
Meski momen saling memaafkan terjadi di dalam ruang sidang, Zaskia menegaskan bahwa proses hukum tidak akan berhenti. Baginya, keadilan bagi korban dan kepatuhan terhadap aturan negara adalah hal yang mutlak.
Pertemuan di ruang sidang tersebut menjadi pertama kalinya Kala berhadapan kembali dengan Praka NC setelah insiden kekerasan di Jalan Ampera pada September 2025 lalu. Kala, yang saat itu menyaksikan Faisal dipukul sebanyak enam kali hingga diinjak, sempat mengalami trauma hebat.
Namun, di hadapan majelis hakim, Praka NC menunjukkan penyesalan yang mendalam. Ia meminta maaf secara langsung kepada Kala dan menceritakan kondisi kalut yang dialaminya saat kejadian, di mana ia tengah menghadapi tekanan karena istrinya harus dioperasi dan ibunya sedang kritis di ICU.
"Awalnya aku agak bingung karena mukanya ketutup. Terus Om Niko sudah jujur, minta maaf, dan jelasin kenapa (kejadian itu terjadi). Jadi aku maafin," ujar Kala Madali usai sidang, Rabu (15/4/2026).
Rasa kasihan muncul di hati Kala saat mengetahui bahwa akibat perbuatannya, Praka NC tidak bisa menemui ibunya yang sedang kritis karena harus menjalani penahanan.
"Kasihan karena nggak bisa ketemu ibunya, istrinya, dan orang-orang yang disayang untuk jangka waktu yang panjang," tambah Kala.
Walaupun hatinya tersentuh melihat penyesalan terdakwa dan kedewasaan putrinya dalam memaafkan, Zaskia Adya Mecca tetap berdiri kokoh pada jalur hukum. Ia memahami bahwa kasus ini bukan sekadar urusan pribadi, melainkan pelanggaran hukum yang harus dipertanggungjawabkan.
"Kita sebagai manusia sudah memaafkan, apalagi setelah tahu kondisi beliau seperti apa. Tapi Indonesia kan negara hukum. Bapak-bapak dari pengadilan juga ingin menunjukkan bahwa hukum harus tetap berlaku," tegas Zaskia di Pengadilan Militer.
Zaskia menambahkan bahwa kelanjutan kasus ini penting sebagai pembelajaran bagi semua pihak Ia ingin anak-anaknya melihat langsung bahwa setiap tindakan kekerasan, sekecil apa pun, memiliki konsekuensi hukum yang serius di negara ini.
Arin Fauzan selalu Juru Bicara Pengadilan Militer II-08, mengonfirmasi bahwa persidangan akan terus bergulir meski telah ada pernyataan maaf dari pihak korban. Setelah pemeriksaan saksi anak selesai, agenda sidang selanjutnya akan masuk ke pemeriksaan saksi pemilik CCTV dan barang bukti.
"Hukum tetap berjalan. Setelah pemeriksaan saksi lengkap dan tidak ada barang bukti tambahan, maka akan segera dilaksanakan tuntutan, pleidoi (pembelaan), hingga putusan," jelas Arin Fauzan.(*)
Artikel Asli




