Bappenas Sebut Risiko Global Kini Bergeser ke Geoekonomi

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengatakan kondisi dunia saat ini membuat risiko global mengalami pergeseran. Sebelumnya, sektor yang menjadi risiko global terbesar adalah perubahan iklim, namun saat ini posisi tersebut berganti menjadi konfrontasi terkait geoekonomi.

“Hal ini tidak hanya didorong oleh instrumen ekonomi tetapi juga instrumen politik yang merupakan risiko global utama saat ini,” kata Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Bappenas Vivi Yulaswati dalam acara IDE Katadata Future Forum 2026, Rabu (15/4).

Vivi menyebut instrumen perdagangan dan teknologi saat ini juga dimanfaatkan negara-negara sebagai senjata strategis. Dia menyebut kondisi ini akan mendatangkan beberapa gejolak, utamanya seperti harga energi dan akhirnya sampai pada terganggunya harga-harga komoditas penting seperti bahan baku pupuk.

Seperti yang diketahui, saat ini tengah berlangsung Perang Timur Tengah yang melibatkan antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel. Konflik yang meletus sejak akhir Februari ini telah menghambat pasokan energi dan beberapa komoditas lainnya ke seluruh dunia. Pasalnya, fasilitas energi dan rute vital bernama Selat Hormuz telah ditutup aksesnya saat perang berlangsung.

Dampak Negatif Konflik Geopolitik terhadap Ekonomi Indonesia

Lebih lanjut, Vivi mengatakan Indonesia juga merasakan dampak adanya perang ini. Dia menyebut konflik geopolitik ini berpotensi mengakibatkan banyak dampak negatif terhadap kinerja perekonomian Indonesia khususnya di 2026.

“Seperti kekhawatiran akan turunnya pertumbuhan ekonomi yang sebetulnya Bapak Presiden (Prabowo Subianto) inginkan terus tumbuh serta kenaikan inflasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, perang ini juga pada nantinya berpeluang menurunkan cadangan devisa negara, kesempatan kerja, hingga meningkatkan angka kemiskinan.

Presiden Prabowo telah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 8% pada 2029. Vivi menyebut di tengah kondisi global saat ini pemerintah perlu merancang arah pertumbuhan ekonomi dengan optimis namun tetap realistis.

Tahun ini Bappenas menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6,3% sementara pada 2027 mencapai 7,5%. “Angkanya memang lumayan tinggi sehingga kami perlu pikirkan berbagai sumber pertumbuhan baru,” ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perempuan Jabar Jadi Korban TPPO di Biak
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Purbaya Sebut IMF hingga Bank Dunia Apresiasi Strategi Fiskal Indonesia
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: Warga Korea Utara Beri Penghormatan pada Hari Kelahiran Kim Il-sung
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Disambut Militer Prancis di Élysée, Macron Gelar Pertemuan Eksklusif
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Alexander Assad Sembunyikan Bukti VCS di Folder Tak Terduga, Clara Shinta Temukan dengan Cara Ini
• 17 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.