Mengenal Floaters pada Mata, Bahaya Nggak Sih?

herstory.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Beauty, apa kamu pernah mengalami munculnya bayangan tipis melayang di depan mata saat menatap langit atau di ruangan yang terang? Kondisi ini disebut sebagai flosters. Dijelaskan oleh dr. Dearaini, Sp.M, Spesialis Mata Eka Hospital Permata Hijau,"floaters adalah ketika  bayangan benda kecil seperti titik atau garis yang dapat dilihat mengambang dan melayang-layangpada lapang area pandang  di mata, dapat terjadi tiba-tiba dan sering membuat fokus penglihatan terganggu," saat sesi diskusi media pada Selasa (14/4/2026). 

Lantas, apa penyebab floaters? Mata memiliki Vitreus atau gel bening di antara bagian depan dan belakang mata. Vitreus berisi air, kolagen, dan hyaluronan, yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk bola mata dan menyalurkan cahaya ke retina. Pada mata normal, cahaya masuk melewati lensa, kornea, dan vitreus, menuju retina yang terletak di bagian belakang mata. Gangguan pada vitreus dapat menyebabkan timbulnya bayangan yang tampak sebagai floaters. 

"Gangguan pada vitreus disebabkan berbagai kondisi seperti usia, perdarahan pada mata, peradangan pada mata bagian belakang, robekan pada retina, tumor mata dan operasi atau  prosedur pada mata. Karena banyaknya gangguan vitreus yang menyebabkan munculnya floaters pada mata, maka perlu untuk diketahui gejalanya dan untuk segera dilakukan pemeriksaan sebelum kondisi gangguan mata semakin parah," ungkap dr. Dea.

Gejala Floaters Mata

Floaters mata ditandai dengan munculnya bayangan kecil yang tampak mengambang di dalam bidang penglihatan. Bentuk dan intensitasnya bisa berbeda pada setiap orang. Beberapa gejala floaters mata yang umum terjadi adalah sebagai berikut:

  • Terlihat titik hitam atau abu-abu berukuran kecil.
  • Muncul garis, benang, atau bentuk menyerupai cacing dan jaring laba-laba.
  • Titik-titik bergerak saat mata digerakkan dan sulit untuk fokus.
  • Titik tersebut terlihat jelas saat dilihat di latar terang, seperti dinding putih polos.
  • Perlahan titik-titik tersebut menghilang dari bidang pandang, tapi bisa muncul kembali. 

Dalam banyak kasus, floaters pada mata merupakan hal normal dan umum terjadi seiring proses penuaan. Namun, tak ada salahnya Beauty rutin melakukan pemeriksaan mata, apalagi jika Beauty mengalami floaters dalam jangka panjang. "Floaters kronis biasanya nggak bahaya, tapi pemeriksaan rutin tetap dianjurkan untuk memastikan nggak ada masalah mata serius lainnya," sambung dr. Dea. 

Pencegahan Floaters

Secara umum, tidak ada cara spesifik untuk mencegah floaters  yang muncul akibat proses penuaan alami. Seiring bertambahnya usia, cairan ini vitreus mulai mengerut dan menciptakan bayangan kecil di retina yang terlihat seperti bintik, serat, atau sarang laba-laba.

Meski begitu, Beauty tetap bisa meminimalkan risikonya dan mencegah perburukan dengan menjaga kesehatan mata dan menghindari faktor-faktor yang mempercepat kerusakan jaringan mata. Berikut langkah-langkah penting yang bisa dilakukan: 

1. Lakukan Pemeriksaan Mata Secara Rutin.

Penting untuk mendeteksi dini perubahan pada retina atau vitreous. Untuk orang dewasa sehat tanpa keluhan, pemeriksaan sebaiknya dilakukan setiap 1–2 tahun sekali. Bagi Beauty yang memiliki faktor risiko tinggi seperti diabetes, rabun jauh (miopia tinggi), atau riwayat operasi/cedera mata, pemeriksaan disarankan setahun sekali atau lebih sering sesuai anjuran dokter. Pemeriksaan mencakup tes slit-lamp, pemeriksaan retina, dan tonometri untuk mengukur tekanan bola mata. Dengan deteksi dini, dokter dapat mengenali tanda-tanda awal robekan retina atau perdarahan vitreous, yang kadang menjadi penyebab floaters parah. 

2. Kendalikan Penyakit Sistemik yang Mempengaruhi Mata

Beberapa penyakit kronis dapat mempercepat munculnya floaters atau memperburuk kondisinya:

a. Diabetes melitus: dapat menyebabkan retinopati diabetik, yaitu kerusakan pembuluh darah retina yang menimbulkan perdarahan kecil dan memicu floaters.

b. Hipertensi: tekanan darah tinggi juga dapat merusak pembuluh darah di retina. 

3. Lindungi Mata dari Paparan Sinar UV

Sinar ultraviolet dari matahari dapat mempercepat penuaan struktur mata, termasuk vitreous dan retina. Gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV 100 persen saat beraktivitas di luar ruangan. Perlindungan sederhana ini membantu mengurangi risiko degenerasi retina jangka panjang. 

4. Konsumsi Nutrisi yang Menyehatkan Mata

Asupan gizi seimbang berperan besar dalam menjaga elastisitas dan kesehatan jaringan mata. Beberapa nutrisi penting yang dapat membantu antara lain:

a. Vitamin C dan E – antioksidan kuat yang membantu melawan radikal bebas penyebab penuaan jaringan mata.

b. Lutein dan zeaxanthin – pigmen alami yang melindungi retina dari cahaya biru dan stres oksidatif (tersedia dalam bayam, kale, brokoli).

c. Omega-3 (asam lemak DHA dan EPA) – menjaga kesehatan retina dan fungsi saraf mata (bisa didapat dari ikan salmon, tuna, atau suplemen minyak ikan).

d. Zinc dan selenium – mendukung kerja enzim pelindung retina dari kerusakan oksidatif.

e. Diet kaya buah, sayur, biji-bijian, dan ikan laut dalam terbukti dapat memperlambat proses degeneratif pada mata, termasuk risiko munculnya floaters baru. 

5. Hindari Trauma atau Cedera pada Mata

Benturan keras pada kepala atau mata dapat memicu pergeseran cairan vitreous secara mendadak, menyebabkan robekan retina dan kemunculan floaters mendadak. Gunakan pelindung mata (goggles) saat berolahraga ekstrem atau bekerja dengan benda tajam dan partikel halus. Jika terjadi trauma mata, segera periksakan ke dokter mata meskipun tidak terasa sakit, karena beberapa cedera retina tidak langsung menimbulkan gejala. 

6. Hindari Kebiasaan Merokok

Rokok dapat mempercepat degenerasi makula dan mengurangi aliran darah ke retina. Nikotin dan radikal bebas dalam asap rokok juga mempercepat degradasi kolagen vitreous, sehingga memicu pembentukan floaters lebih cepat. Berhenti merokok akan memberikan manfaat langsung pada kesehatan mata dan memperlambat proses penuaan visual.

7. Atur Waktu Istirahat untuk Mata

Menatap layar komputer atau ponsel dalam waktu lama dapat meningkatkan kelelahan mata (eye strain). Walaupun tidak menyebabkan floaters secara langsung, kondisi ini bisa memperburuk persepsi terhadap bintik melayang. Terapkan aturan 20-20-20: Setiap 20 menit, istirahatkan mata selama 20 detik. Pandang objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter). 

8. Kenali Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai

Walaupun kebanyakan floaters tidak berbahaya, ada beberapa gejala yang menandakan kondisi darurat mata, seperti:

a.      Floaters muncul tiba-tiba dalam jumlah banyak.

b.      Disertai kilatan cahaya (photopsia).

c.       Penglihatan terasa seperti tertutup tirai hitam.

d.      Penglihatan menurun mendadak.

Jika Beauty mengalami gejala tersebut, segera periksa ke dokter mata karena bisa menandakan robekan atau lepasnya retina (retinal detachment), kondisi yang memerlukan tindakan segera agar penglihatan tidak hilang permanen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 15 April 2026 Lagi-Lagi Meroket, Kini Sentuh Angka Rp2.893.000 per Gram
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Isu PHK PPPK Masih Ada, Wali Kota Fairid Angkat Bicara
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Gus Kikin Dorong Perdamaian Dunia demi Kelancaran Haji 2026
• 8 jam laludetik.com
thumb
Gagal Comeback! Arne Slot Bongkar Penyebab Utama Liverpool Tak Berdaya di Hadapan PSG
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
RI Menang Diplomasi! 127 Hektare Wilayah di Pulau Sebatik Resmi Kembali dari Malaysia
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.