Militer Iran memperingatkan akan memblokir jalur perdagangan melalui Laut Merah, bersama dengan Teluk dan Laut Oman. Hal itu menyusul blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Kepala Pusat Komando Militer Iran, Ali Abdollahi, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/4/2026), mengatakan AS telah melakukan pelanggaran gencatan senjata saat melanjutkan blokadenya dan menciptakan ketidakamanan bagi kapal-kapal komersial dan kapal tanker minyak Iran.
"Angkatan bersenjata Republik Islam yang kuat tidak akan membiarkan ekspor atau impor apa pun berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah," kata Ali Abdollahi.
Dia menambahkan Iran akan bertindak tegas untuk membela kedaulatan nasional dan kepentingannya.
Amerika Serikat diketahui telah memberlakukan blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran sejak hari Senin. Hal itu dilakukan setelah pembicaraan antara AS-Iran pada akhir pekan lalu di Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Namun, data yang ada menunjukkan bahwa beberapa kapal yang berlayar dari pelabuhan-pelabuhan Iran telah melintasi Selat Hormuz meskipun ada blokade tersebut.
Pada hari Rabu, kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan bahwa pengiriman dari pelabuhan-pelabuhan selatan Iran tetap berlanjut. Kapal-kapal komersial Iran juga dilaporkan telah berlayar ke berbagai tujuan di seluruh dunia selama 24 jam terakhir.
Simak juga Video 'Qatar Desak Pembukaan Selat Hormuz Tanpa Syarat di Tengah Blokade AS':
(wnv/zap)





