Tangis Ibu Korban Peluru Nyasar Marinir Pecah di DPRD Jatim, Minta Keadilan untuk Anak

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Tangis Ibu Korban Peluru Nyasar Marinir Pecah di DPRD Jatim, Minta Keadilan untuk AnakNasional | inews | Kamis, 16 April 2026 - 00:30Dengarkan Berita

SURABAYA, iNews.id – Tangis Dewi Murniati pecah di hadapan anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) saat memperjuangkan keadilan bagi anaknya, DFH (14), korban dugaan peluru nyasar. Dengan suara bergetar, dia menyampaikan kronologi kejadian yang menimpa putranya.

Dewi datang bersama keluarga ke Gedung DPRD Jatim untuk mengadukan kasus yang diduga berasal dari latihan menembak anggota Marinir TNI AL di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya.

Di hadapan para anggota dewan, Dewi tak mampu menahan air mata saat menceritakan peristiwa yang dialami anaknya. Dia menilai proses penyelesaian kasus hingga kini belum memberikan kejelasan.

Selain itu, Dewi mengaku keluarganya sempat mendapat tekanan selama penanganan perkara. Dia menyebut, adanya permintaan agar kejadian tersebut tidak dipublikasikan, bahkan diminta membuat permohonan maaf kepada institusi terkait.

Hingga kini, upaya keluarga untuk memperoleh kejelasan dan pertanggungjawaban dinilai belum membuahkan hasil yang memuaskan. Dewi berharap DPRD Jatim dapat membantu mengawal kasus ini agar hak-hak anaknya terpenuhi.

Baca Juga:Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Medan Hari Ini, Senin 26 Ramadan 1447 H

“Yang saya utamakan adalah upaya penyembuhan anak saya sampai tuntas,” ujar Dewi.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur, Adam Rusydi, menyatakan pihaknya akan segera menjadwalkan pemanggilan pihak Marinir untuk melakukan mediasi dengan keluarga korban.

“Kami akan melakukan komunikasi kepada pihak-pihak terkait dan memediasi kira-kira solusi terbaik seperti apa,” kata Adam.

Sebelumnya, Komandan Hukum Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir TNI AL, Mayor Ahmad Fauzi buka suara terkait kabar siswa SMP di Gresik, Darrell Fauta Hamdani (14) yang diduga menjadi salah satu korban terkena peluru nyasar dari latihan militer 4 batalyon di lapangan tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya. Fauzi menyampaikan empati dan simpati atas peristiwa yang menimpa dua korban tersebut.

Baca Juga:Jadwal Salat dan Imsakiyah Kota Palembang Hari Ini, Senin 26 Ramadan 1447 H

“Pertama-tama kami menyampaikan turut prihatin atas terjadinya musibah yang menimpa dua siswa SMP di Gresik. Kami memahami peristiwa ini menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran bagi kita semua. Kami atas nama Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir menyampaikan rasa simpati dan empati yang tulus terhadap para korban,” ujar Ahmad dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Diketahui, dua siswa kelas III SMPN 33 Gresik, yakni DFH (14) dan RQ (15), menjadi korban dugaan peluru nyasar saat berada di musala sekolah pada 17 Desember 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.

#jatim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus RPTKA, KPK Dalami Aset Eks Sekjen Kemnaker Hingga Dugaan Pemerasan
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Adhyaksa FC dan PSS Jadi 2 Klub Championship yang Berpeluang Promosi ke Super League, Garudayaksa, Barito Putera, dan Persipura Bagaimana?
• 20 jam lalubola.com
thumb
Harga Plastik Melejit, Bisnis Ramah Lingkungan Malah Ketiban Untung
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bandara RHF Tanjungpinang Gagalkan Pengiriman Sabu ke Jakarta
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Permudah Masyarakat Miskin Punya Rumah, Pemerintah Siapkan Berbagai Insentif
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.