WFA Berpotensi Dorong Pergeseran Perjalanan dari Kantor ke Tempat Wisata

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN setiap hari Jumat bukan solusi tunggal mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM)

WFA Berpotensi Dorong Pergeseran Perjalanan dari Kantor ke Tempat Wisata (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mengatakan penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi ASN setiap hari Jumat bukan solusi tunggal mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Sebab menurutnya pemilihan hari Jumat sebagai pelaksanaan WFA hanya membuat pergeseran perjalanan dari kantor ke tempat wisata. Karena Pemilihan hari Jumat sangat dekat dengan akhir pekan yang menjadi jadwal libur ASN. 

Baca Juga:
Transaksi Bale Syariah by BSN Tembus Hampir Rp2 Triliun

"WFA ini bisa jadi terjadi pergeseran perjalanan yang non produktif. Karena hari Jumat ini hari terakhir kerja, itu bisa saja kegiatan wisata, juga bisa ada fenomena PJKA atau pergi Jumat kembali Ahad alias pulang kampung," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Oleh sebab itu, Aditya mengatakan menilai bahwa kebijakan WFA ini tidak dapat berdiri sendiri dan harus diintegrasikan dengan kebijakan lain. MTI mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi kebijakan WFA seperti berapa besar penurunan konsumsi BBM dari adanya kebijakan ini. 

"Pemerintah juga perlu melakukan evaluasi melalui analisis before dan after untuk mengetahui efektivitas kebijakan tersebut, termasuk apakah terjadi penurunan volume perjalanan, penurunan konsumsi BBM, serta perubahan pola mobilitas masyarakat," tutur dia. 

Menurut Aditya, dari pembelajaran internasional, beberapa negara memberikan insentif berupa transportasi publik gratis selama periode tertentu untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Selain itu, mereka juga mengintegrasikan kebijakan transportasi dengan stimulus ekonomi serta mempercepat elektrifikasi transportasi publik.

"Dari sini dapat disimpulkan bahwa kebijakan transportasi yang efektif tidak cukup hanya dengan membatasi mobilitas, tetapi juga harus menyediakan alternatif yang lebih menarik, terjangkau, dan andal bagi masyarakat," katanya.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Ilusi Objektivitas: Apakah Manusia Bisa Benar-Benar Berpikir Objektif?
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Perang AS - Israel vs Iran Belum Reda, Bagaimana Nasib Perjalanan Haji di 2026?
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Lansia Maling Gamelan di Sanggar Tari di Yogyakarta Diringkus
• 39 menit lalukumparan.com
thumb
Majelis Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Dugaan Pembunuhan Kacab Bank, Ini Sederet Pertimbangannya
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.