Kisah Mualaf Idjon Djanbi, Veteran Perang Dunia II yang Dirikan Kopassus

rctiplus.com
2 hari lalu
Cover Berita
Kisah Mualaf Idjon Djanbi, Veteran Perang Dunia II yang Dirikan KopassusNasional | okezone | Kamis, 16 April 2026 - 06:00

JAKARTA -   Hari Ulang Tahun Komando Pasukan Khusus (HUT Kopassus) diperingati setiap tanggal 16 April. Pasukan elite TNI Angkatan Darat (AD) ini dibentuk sejak tahun 1952 silam. Tahun ini, Kopassus memperingati HUT yang ke-74.

Pelopor berdirinya Kopassus adalah Rokus Bernardus Visser, seorang mantan instruktur Korps Speciale Troepen (KST) atau Pasukan Khusus Belanda. Visser juga anak petani Bunga Tulip yang sempat jadi sopir Ratu Belanda, Wilhelmina di masa Perang Dunia II.

Visser memilih memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Mochammad Idjon Djanbi. Berkat andilnya, keberadaan Kopassus sampai sekarang bisa menjadi salah satu pasukan elite terbaik di dunia.

Sebelum menjadi orang Indonesia, Visser sempat menetap di Belanda untuk membantu ayahnya jadi pedagang bola lampu. Namun, setelah Jerman menguasai Inggris, Visser memilih untuk kembali berdinas sebagai tentara.

Alih-alih turun ke medan perang, Visser malah ditugaskan menjadi sopir Ratu Wilhelmina yang saat itu berada di Inggris.

Baca Juga:Jadwal SIM Keliling di Bandung Hari Ini 16 Maret 2026, Cek Lokasi dan Persyaratannya

Tidak lama setelah Visser menjadi sopir, dirinya meninggalkan tentara Belanda sebelum akhirnya kembali bergabung beberapa saat kemudian dan menjadi operator radio.

Visser yang bergabung ke Pasukan 2 Belanda akhirnya ikut terjun ke pertempuran di Perang Dunia (PD) II pada Operasi Market Garden, pendaratan sekutu dengan terjun payung di Arnhem pada September 1944.

Visser sempat kembali ke Belanda pada tahun 1947. Pada masa itu, dirinya sempat mengajak istrinya untuk pergi ke Indonesia.

 

Istrinya menolak permintaan Visser. Nahas, dirinya harus menerima pernyataan cerai dari sang istri karena hal tersebut. Di Indonesia, sempat terjadi peristiwa pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) dari Kerajaan Belanda.

Visser memutuskan pensiun menjadi tentara dan memilih jadi petani di Lembang, Bandung bersama istri barunya keturunan Sunda. Visser yang sudah jadi mualaf dan berganti nama jadi Mochammad Idjon Djanbi.

Tahun 1951, Letda Sugianto, yang saat itu merupakan ajudan Kolonel Alexander Evert Kawilarang, Panglima Komando Tentara Teritorioum III/Siliwangi, membutuhkan jasa Idjon Djanbi di TNI.

 Baca Juga:Zakat Istana 2026 Capai Rp4,3 Miliar, Baznas RI: Tertinggi dalam 11 Tahun

Kawilarang mempunyai harapan untuk mewujudkan permintaan salah satu temannya yang tewas dalam pemberantasan Republik Maluku Selatan. Kolonel Ignatius Slamet Rijadi, kolega Kawilarang, ingin membuat pasukan khusus dengan kualifikasi para-komando.

Namun, TNI belum punya perwira yang bisa memproduksi prajurit-prajurit berkualifikasi. Nama Idjon Djanbi muncul sebagai salah satu kandidat perwira yang dianggap cocok untuk melatih prajurit TNI baru.

Sugianto akhirnya meminta Idjon melatih para prajurit Kesatuan Komando Tentara Teritorium (Kesko TT-III) Siliwangi di Batujajar, Jawa Barat. Unit inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal Kopassus TNI-AD. Dia pun tercatat menjadi Danjen Kopassus pertama.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang PSBS Biak vs Persija, Maxwell Souza Bertekad Jaga Momentum Kebangkitan Macan Kemayoran
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Gubernur Sulut Setujui Kenaikan Subsidi Biaya Haji Lokal Jadi Rp 5 Juta
• 14 menit lalurepublika.co.id
thumb
Polling: Mobil Listrik Kena Pajak Tahunan & BBNKB, Tetap Tertarik Beli?
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Mobil Listrik Tak Lagi Otomatis Bebas Pajak, Jakarta Siapkan Insentif Khusus
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Menkomdigi Ajak Semua Elemen Kerja Sama Kawal Konektivitas RI
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.