REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan telah meminta Presiden China Xi Jinping agar tak menyuplai persenjataan ke Iran. Sebelumnya Trump sudah mengumumkan ancaman akan menerapkan tarif 50 persen kepada negara manapun yang mengirimkan senjata untuk Teheran.
Dalam sebuah wawancara kepada Fox Business Network (FBN) dalam program "Mornings with Maria" yang disiarkan pada Rabu (15/4/2026), Trump mengungkapkan, permintaan agar China tak memasok persenjataan ke Iran disampaikannya melalui surat kepada Xi Jinping.
Baca Juga
Status Dinonaktifkan, 16 Mahasiswa FH UI Terduga Pelaku Pelecehan tak Boleh Ikuti Kegiatan Akademik
Pasokan Pupuk Nasional Aman Meski Ada Gangguan Rantai Pasok Global
Pemprov Malut Fasilitasi Ujian Siswa Terdampak Gempa di Ternate
"Saya menulis surat kepadanya meminta agar dia tidak melakukan itu, dan dia membalas surat saya yang pada dasarnya mengatakan bahwa dia tidak akan melakukan itu,” ucapnya.
Trump tak menyinggung kapan surat darinya untuk Xi Jinping dikirim. Dalam wawancara dengan FBN, Trump pun menyampaikan bahwa dia tidak mengharapkan perubahan di pasar minyak global akibat perang melawan Iran dan perubahan di Venezuela akan memengaruhi dinamika pertemuannya dengan Xi yang diagendakan digelar bulan depan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Dia adalah seseorang yang membutuhkan minyak. Kita tidak,” kata Trump.
Sementara itu, lewat unggahan di akun Social Truth-nya, Trump mengatakan bahwa dia telah secara permanen membuka Selat Hormuz.
Sebelumnya Trump telah mengumumkan bahwa militer AS akan memblokade Selat Hornuz. Hal itu disampaikan setelah perundingan AS dan Iran yang digelar di Islamabad, Pakistan, pekan lalu, tidak membuahkan hasil.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)