Ternate: Pemerintah Provinsi Maluku Utara memfasilitasi pelaksanaan ujian sumatif akhir bagi siswa terdampak gempa bumi di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate. Fasilitas tersebut berupa penyediaan tenda belajar di lokasi pengungsian.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos mengatakan langkah tersebut diambil untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kondisi psikologis siswa.
"Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan para siswa," ujar Sherly, dilansir dari Antara, Kamis, 16 April 2026.
Baca Juga :
1.966 Warga Pulau Batang Dua Ternate Mengungsi Akibat GempaSherly menjelaskan meskipun persiapan teknis telah dilakukan sejak 13 April 2026, ujian belum dapat dilaksanakan di ruang kelas. Sebab, kondisi pasca-gempa yang belum sepenuhnya kondusif.
Selain faktor keamanan bangunan sekolah, ia memastikan kondisi mental dan emosional siswa turut menjadi perhatian pemerintah. "Pelaksanaan ujian dalam suasana yang tidak stabil dapat mempengaruhi konsentrasi siswa," kata dia.
Ilustrasi: Reruntuhan bangunan Gereja Kalvari akibat guncangan gempa bumi magnitudo 7,6 di Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis, 2 April 2026. ANTARA/Abdul Fatah/aa.
Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah menyediakan tenda belajar sementara di lokasi pengungsian. Tujuannya untuk mendukung pelaksanaan ujian.
Sejumlah siswa SMAN 11 Ternate telah mengikuti ujian sumatif akhir di tenda pengungsian selama dua hari terakhir. Ujian tersebut merupakan ujian sumatif akhir kelulusan tingkat SMA, SMK, dan SLB yang dijadwalkan mulai 13 April 2026.
Sherly menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan dampak gempa, termasuk di sektor pendidikan berjalan optimal.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada 2 April 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk fasilitas pendidikan di Kecamatan Pulau Batang Dua.




