Line-up Lengkap, Hyundai Tak Paksa Semua Model Laku Keras

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Strategi penjualan mobil di Indonesia umumnya identik dengan upaya mendorong volume setinggi mungkin, terutama pada model-model yang dianggap “laku keras”. Namun, pendekatan berbeda justru diambil PT Hyundai Motors Indonesia (HMID). Meski memiliki lini produk yang lengkap, Hyundai tidak memaksakan semua model untuk menjadi kontributor utama penjualan.

Chief Operating Officer (COO) HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa kehadiran setiap model dalam line-up Hyundai memiliki peran masing-masing, tidak selalu berbasis volume.

Baca Juga :
Mau Beli SUV Ladder Frame? Ini Perbandingan Harga Fortuner vs Pajero Sport Baru
Mobil Mewah Seharga Miliaran Rupiah Ini Resmi Diperkenalkan

“Kalau kita bicara line-up, tujuan kami adalah melengkapi pilihan konsumen. Bukan berarti semua model harus jadi volume maker,” ujar Frans di Jakarta.

Salah satu contoh terlihat pada model seperti Hyundai Venue dan Hyundai Tucson. Kedua model tersebut tetap dipasarkan di Indonesia, meski kontribusi penjualannya tidak sebesar model lain seperti Stargazer atau Creta.

Data GAIKINDO menunjukkan, sepanjang Januari hingga Maret 2026, wholesales Hyundai Venue hanya tercatat sebanyak 3 unit. Sementara itu, Hyundai Tucson secara keseluruhan mencatatkan penjualan 103 unit pada periode yang sama.

Angka tersebut memang relatif kecil jika dibandingkan model dengan volume besar. Namun bagi Hyundai, hal itu bukan menjadi persoalan utama.

Menurut Frans, keberadaan model seperti Venue dan Tucson lebih ditujukan untuk melengkapi portofolio, khususnya di segmen SUV. Dengan begitu, Hyundai bisa menghadirkan pilihan yang lebih luas, mulai dari segmen entry hingga premium.

“Kalau konsumen datang, mereka punya pilihan lengkap. Dari yang paling atas sampai segmen yang lebih terjangkau. Itu yang kami bangun,” katanya.

Strategi ini berbeda dengan pendekatan sebagian pabrikan yang cenderung fokus hanya pada model dengan potensi volume besar. Hyundai justru melihat bahwa keberagaman produk menjadi nilai tambah, terutama dalam membangun citra merek dan menjangkau kebutuhan konsumen yang beragam.

Meski demikian, Hyundai juga tidak menampik bahwa ada perbedaan kontribusi antar model. Frans mengakui, beberapa model memang memiliki penjualan yang relatif kecil. Namun, hal tersebut bukan menjadi masalah selama masih memberikan nilai bagi jaringan dealer dan konsumen.

“Kalau dari perspektif kami, jualan puluhan unit itu tetap berarti. Jangan dibandingkan dengan brand yang volumenya sudah puluhan ribu. Skala kami berbeda,” ujarnya.

Baca Juga :
Revolusi Otomotif Dimulai: Mobil Tenaga Surya Siap Diproduksi Massal
Kamera Tilang Baru Ini Bikin Pengemudi Tak Berkutik
Hyundai Tak Tergoda Tren Mobil Murah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dari Perang Irak Hingga Agresi Iran, Terungkap Ulah Netanyahu dan Hasil Menyakitkan untuk AS
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemerintah Buka 35 Ribu Loker untuk Koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih Sampai 24 April 2026
• 55 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Migas Rentan, Pemerintah Didesak Ikut Forum Global Perdana Transisi Energi Fosil
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Asia Tenggara Tertekan, Indonesia Dinilai Paling Rentan
• 20 jam lalukompas.id
thumb
TPT Jebol, Remaja Tewas Terseret Arus di Kabupaten Bandung
• 1 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.