Nadiem Minta Maaf Kurang Sowan dan Tak Paham Politik Saat Jadi Menteri

kompas.com
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyampaikan permohonan maaf atas sikap dan gaya kepemimpinannya selama menjabat.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya jika ada ucapan atau perilaku saya yang tidak berkenan,” ucap Nadiem Makarim, setelah menjalani persidangan dugaan korupsi Chromebook, di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, pada Selasa (Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Ketika Eks Anak Buah Membela Nadiem di Sidang Chromebook...

Dia mengakui, salah satu kekurangannya adalah belum sepenuhnya memahami budaya birokrasi.

Nadiem juga menyebut keputusannya membawa banyak tenaga profesional muda dari luar pemerintahan berpotensi menimbulkan gesekan di internal.

Selain itu, ia menilai cara komunikasinya selama menjabat kerap kurang santun dan belum optimal dalam menjalin hubungan dengan tokoh masyarakat maupun politik.

“Saya mungkin kurang menghormati, kurang sowan kepada tokoh-tokoh. Saya juga tidak sepenuhnya memahami bahwa peran menteri bukan hanya kerja profesional, tetapi juga memiliki fungsi politik,” katanya.

Baca juga: Saksi Sebut Pengadaan Chromebook Capai 98 Persen di Akhir Jabatan Nadiem

Permohonan maaf ini dia sampaikan usai dia menjalani masa penahanan selama tujuh bulan. Nadiem Makarim mengaku banyak melakukan refleksi diri selama menjalani masa penahanan.

Dia menyebut pengalaman tersebut memberinya waktu untuk merenung dan mengevaluasi diri, meskipun ia menegaskan bahwa tuduhan dalam kasus yang menjeratnya tidak terbukti.

“Selama tujuh bulan di penjara, saya punya banyak waktu untuk introspeksi diri. Walaupun saya tidak melakukan kesalahan dalam kasus ini, saya menyadari masih banyak kekurangan sebagai pemimpin muda di pemerintahan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan masa penahanan menjadi periode sulit, terutama karena harus terpisah dari keluarga dan anak-anaknya.

Meski demikian, Nadiem mengaku tetap optimistis. Ia mengaku terinspirasi oleh tokoh-tokoh bangsa yang pernah mengalami ujian berat.

“Saya masih mencintai negara ini dan percaya bahwa pada akhirnya keadilan akan ditegakkan di Indonesia,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Nadiem meminta doa dari masyarakat agar dirinya dapat memperoleh keadilan.

Baca juga: Ahli IT di Sidang Nadiem Menilai Harga Chromebook Rp 6 Juta Kemahalan


Nadiem di kasus Chromebook

Sebagai informasi, Nadiem didakwa telah menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 2,1 triliun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Perbuatan ini dilakukan bersama-sama dengan tiga terdakwa lain, yakni eks konsultan teknologi Kemendikbudristek Ibrahim Arief, eks Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikbudristek Mulyatsyah, dan eks Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek Sri Wahyuningsih.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Setelah Burung Gagak, Kini Puluhan Ribuan Lebah Mendadak Kepung Israel Selatan
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tanggapan Pengelola NPEA soal Nelayan Cilincing Protes Proyek di Muara Cakung Drain
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Ibrahim Arief Sebut Angka Uang Pengganti Rp 16,9 M Muncul Tiba-Tiba, Tak Ada di Dakwaan Chromebook
• 3 jam lalukompas.com
thumb
280 Nama Bayi Perempuan Islami 3 Kata Huruf A-Z dan Artinya yang Cantik
• 13 jam lalutheasianparent.com
thumb
Dukung Pengembangan RS Jantung di Bogor, IIF Kucurkan Pembiayaan Rp485,5 Miliar
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.