WASHINGTON, KOMPAS.TV - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) mengancam memberikan sanksi ekonomi berat kepada Iran.
Sanksi ekonomi itu disebut akan memiliki rasa sakit yang sama seperti serangan militer AS ke Iran.
Ancaman tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: Siapa Bisa Runtuhkan Blokade AS di Selat Hormuz? Ini Analisis Peneliti Senior ISI
“Kami telah memberi tahu perusahaan-perusahaan, kami telah memberi tahu negara-negara bahwa jika Anda membeli minyak Iran, bahwa jika uang Iran berada di bank Anda, kami sekarang bersedia menerapkan sanksi sekunder, yang merupakan tindakan yang sangat keras,” katanya dikutip dari Associated Press.
“Dan Iran harus tahu bahwa ini akan menjadi sanksi finansial yang setara dengan apa yang kita lihat dalam aktivitas militer,” kata Bessent.
Departemen Keuangan AS juga mengumumkan telah memperketat sanksi kepada perusahaan minyak Iran. Hukuman tersebut diberikan karena penutupan Selat Hormuz sebagai bagian dari perang Iran.
Sanksi tersebut menargetkan infrastruktur transportasi minyak lebih dari dua lusin orang, perusahaan, dan kapal yang beroperasi dalam jaringan taipan perkapalan minyak Mohammad Hossein Shamkhani.
“Departemen Keuangan AS bergerak agresif dengan ‘Kemarahan Ekonomi’ dengan menargetkan elite rezim seperti keluarga Shamkhani yang berupaya mengambil keuntungan dengan mengorbankan rakyat Iran,” kata Bessent.
Shamkhani adalah putra dari pejabat keamanan Ali Shamkhani, penasihat mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Associated Press/France 24
- departemen keuangan as
- sanksi ekonomi
- iran
- amerika serikat
- serangan militer





