Harga Minyak Global Terkoreksi, Pasar Nantikan Kesepakatan AS-Iran

bisnis.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak dunia melemah pada Kamis (16/4/2026) seiring dengan meredanya ketegangan Amerika Serikat (AS)-Iran yang menggeser fokus pasar dari risiko pasokan.

Mengutip data CNBC International, harga minyak berjangka jenis Brent turun 44 sen atau 0,5% ke level US$94,49 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi 70 sen atau 0,8% ke posisi US$90,59 per barel. 

Kedua harga minyak acuan tersebut sebelumnya ditutup relatif stabil pada perdagangan Rabu (15/4/2026).

Gedung Putih menyatakan optimisme untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik dengan Iran, sembari memperingatkan peningkatan tekanan ekonomi terhadap Teheran apabila tetap bersikap keras.

Sumber yang mengetahui pembahasan di Teheran menyebutkan Iran mempertimbangkan untuk mengizinkan kapal-kapal melintas secara bebas di sisi Oman dari Selat Hormuz, apabila tercapai kesepakatan guna mencegah konflik kembali pecah.

Analis Fujitomi Securities Toshitaka Tazawa mengatakan, pasar masih bersikap hati-hati meskipun ada sinyal deeskalasi.

Baca Juga

  • Optimisme Perundingan AS-Iran Koreksi Harga Minyak Global
  • Kemenkeu Bersiap Skenario Terburuk Harga Minyak, Janji Defisit APBN Tak Tembus 3%
  • Jurus Bulog Cegah Lonjakan Harga Minyakita saat Harga Plastik Mahal

“Harapan meredanya ketegangan memang ada, tetapi banyak investor tetap skeptis mengingat perundingan AS-Iran berulang kali gagal meski sempat menunjukkan kemajuan,” ujarnya.

Dia menambahkan, hingga tercapai kesepakatan damai dan jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali normal, harga WTI diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran US$80—US$100 per barel.

Konflik antara AS, Israel, dan Iran telah memicu gangguan terbesar dalam sejarah terhadap pasokan minyak dan gas global, terutama akibat terhambatnya lalu lintas di Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20% aliran minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Pejabat AS dan Iran juga tengah mempertimbangkan melanjutkan perundingan di Pakistan pada akhir pekan ini, setelah negosiasi sebelumnya berakhir tanpa kesepakatan pada Minggu lalu. Panglima militer Pakistan dilaporkan telah tiba di Teheran pada Rabu untuk mendorong upaya pencegahan eskalasi konflik.

Di sisi lain, AS telah memberlakukan blokade terhadap pengiriman dari pelabuhan Iran. Militer AS menyatakan langkah tersebut secara efektif menghentikan seluruh aktivitas perdagangan laut keluar-masuk negara tersebut.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan Washington tidak akan memperpanjang kebijakan pengecualian yang sebelumnya memungkinkan pembelian sebagian minyak Iran dan Rusia tanpa terkena sanksi.

Sementara itu, data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah Negeri Paman Sam turun 913.000 barel menjadi 463,8 juta barel pada pekan yang berakhir 10 April 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sempat Jualan Tahu Bulat, Semangat Dai Lanjutkan Pendidikan di Sekolah Rakyat
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Forum Lintas Generasi dan Profesi Temui KWI, Soroti Krisis Moral dan Arah Kebangsaan
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Duduk Perkara Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditangkap Kejagung Hingga jadi Tersangka
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
PM Greenland Jens-Frederik Nielsen Waspadai Ambisi AS, Masyarakat Diliputi Ketakutan hingga Kemarahan
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Dividen BTPN Syariah (BTPS) Ditetapkan Rp660 Miliar, Setara Rp85,70 per Saham
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.