Kemenperin Dorong Industri Tekstil Tumbuh Lewat Indo Intertex

tvrinews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan daya saing industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional di tengah tantangan global. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui penyelenggaraan pameran Indo Intertex – Inatex 2026 yang menjadi wadah memperluas jejaring bisnis, investasi, serta adopsi teknologi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, kondisi ekonomi Indonesia tetap solid dengan pertumbuhan mencapai 5,11% pada 2025. Bahkan, sektor industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,30%, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional untuk pertama kalinya dalam 14 tahun terakhir.

“Industri pengolahan juga berkontribusi sebesar 19,07% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan mendominasi ekspor hingga 84,89% dari total ekspor nasional,”ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis, 16 April 2026.

Selain itu, sektor industri pengolahan menyerap sekitar 20,31 juta tenaga kerja, menunjukkan peran strategisnya dalam menopang perekonomian nasional. Di tengah dinamika global, kinerja manufaktur juga tetap terjaga, tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Maret 2026 yang berada di level 51,86 atau masih dalam fase ekspansi.

Khusus industri TPT, sepanjang 2025 tumbuh sebesar 3,55% secara tahunan, dengan nilai ekspor mencapai USD12,08 miliar dan surplus USD3,45 miliar, terutama dari komoditas pakaian jadi. Dari sisi investasi, sektor ini berhasil menarik dana sebesar Rp20,23 triliun dan menyerap sekitar 3,96 juta tenaga kerja.

Menurut Agus, capaian tersebut mencerminkan kepercayaan investor yang tetap terjaga terhadap industri TPT nasional di tengah ketidakpastian geoekonomi dan geopolitik global.

Meski demikian, ia mengakui industri TPT masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kenaikan harga bahan baku, gangguan rantai pasok, serta fluktuasi permintaan pasar global. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi untuk merumuskan langkah strategis yang adaptif.

“Pemerintah terus memantau dinamika global, termasuk perubahan rantai pasok dan kebijakan perdagangan negara mitra,”lanjutnya.

Agus menilai penyelenggaraan Indo Intertex – Inatex 2026 memiliki peran penting sebagai platform business matching yang mempertemukan pelaku industri dalam dan luar negeri, sekaligus membuka peluang kemitraan dan investasi.

“Pameran ini bukan hanya ajang inovasi, tetapi juga ruang kolaborasi yang dapat mendorong optimisme bahwa industri TPT masih menjadi sektor yang menjanjikan,”ucapnya.

Ke depan, pemerintah berkomitmen memperkuat industri TPT melalui berbagai kebijakan strategis, antara lain memperluas akses pasar domestik dan ekspor, serta memberikan dukungan fiskal dan nonfiskal guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri dari hulu hingga hilir.

Langkah tersebut juga akan diiringi dengan percepatan adopsi teknologi industri 4.0, penerapan prinsip keberlanjutan, serta pengembangan produk bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar global.

Dalam konteks global, pergeseran rantai pasok akibat dinamika geopolitik dinilai membuka peluang relokasi investasi dan kerja sama strategis, termasuk meningkatnya permintaan terhadap produk tekstil ramah lingkungan.

Agus pun menekankan pentingnya menjaga optimisme di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, pelaku industri yang mampu bertahan dan adaptif akan lebih cepat pulih dan berkembang saat kondisi kembali stabil.

“Pemerintah akan terus hadir sebagai mitra strategis bagi industri TPT nasional dalam menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang ada,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
280 Nama Bayi Perempuan Islami 3 Kata Huruf A-Z dan Artinya yang Cantik
• 18 jam lalutheasianparent.com
thumb
Produser Film Sang Pengadil jadi Tersangka TPPU Kasus Zarof Ricar, Ini Perannya
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Kemensos-BPS Terus Sempurnakan DTSEN: Desil Dibagi Tingkat Nasional dan Daerah
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Hari Ini Dibanderol Rp2,888 Juta per Gram
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Pramono Kukuhkan 117 Petugas Haji DKI Jakarta 2026
• 12 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.