Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) mayoritas ditutup naik pada perdagangan Rabu (15/4). Hal ini seiring dengan meningkatnya harapan investor bahwa konflik Iran berpotensi segera mereda.
Indeks S&P 500 naik 0,80% ke level 7.022,95. Sementara itu, Nasdaq Composite melonjak 1,59% menjadi 24.016,02. Berbeda arah, Dow Jones Industrial Average justru turun tipis 72,27 poin atau 0,15% ke posisi 48.463,72.
Manajer portofolio senior Thomas Martin mengatakan, pelaku pasar sebelumnya telah mengurangi eksposur risiko untuk mengantisipasi potensi memburuknya konflik. Namun, ketika risiko dinilai mulai mereda, investor kembali masuk ke pasar.
“Investor tidak ingin ketinggalan momentum kenaikan pasar,” ujar Martin dikutip dari CNBC, Kamis (16/4).
Sepanjang pekan ini, penguatan saham turut ditopang oleh peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Indeks S&P 500 bahkan telah pulih sepenuhnya dari pelemahan pada awal pekan dan mencatat kenaikan sekitar 3% secara mingguan. Sementara itu, Nasdaq dan Dow masing-masing menguat hampir 5% dan lebih dari 1% sejak awal pekan.
Presiden AS Donald Trump juga memberikan sinyal positif kepada pasar. Dalam wawancaranya, ia menyebut konflik Iran hampir selesai dan menegaskan bahwa Iran menunjukkan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan.
Di sisi lain, seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan, pembahasan putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung. Meski demikian, jadwal resmi pertemuan lanjutan belum ditetapkan.
Martin menambahkan, pasar kini mulai memperhitungkan kemungkinan terbukanya kembali Selat Hormuz yang sempat terdampak konflik, sehingga dapat meredakan kekhawatiran terhadap gangguan arus perdagangan global.
Dari sisi emiten, saham Broadcom menjadi salah satu pendorong utama penguatan dengan kenaikan sekitar 4%. Kinerja tersebut ditopang oleh kabar perpanjangan kerja sama dengan Meta Platforms dalam pengembangan chip khusus berbasis teknologi Broadcom.




