Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah tengah berusaha menekan kenaikan harga plastik. Menurutnya, harga plastik terpengaruh langsung harga impor minyak.
"Memang kita sedang kejar sekarang. Karena plastik itu kan tergantung kepada impor minyak kan," kata Zulhas ditemui di SMA N 1 Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (16/4).
Zulhas mengatakan pemerintah tengah memanggil beberapa pengusaha biji plastik. Pemerintah ingin kenaikan plastik ditekan maksimal 30 persen saja.
"Sedang kita atasi, kita sedang panggil beberapa pengusaha yang untuk bijih plastik. Nanti gimana kira-kira agar ini tidak terlalu kenaikannya kira-kira 30 (persen), tapi di pasar ada yang sampai 60 sampai 70 (persen), ya gitu. Jadi mestinya kan kalau naik 30-an," katanya.
Kenaikan harga plastik juga berpengaruh pada sektor pangan. Harga bahan pokok menurut Zulhas tidak mengalami kenaikan, tetapi naiknya harga plastik terasa bagi masyarakat.
"Beras enggak naik, ayam enggak naik, minyak bensin enggak naik, semua enggak naik. Tapi kalau plastiknya enggak ada kan gimana? Itu kan beras harus pakai kantong, ya kan. Kantongnya ini kan yang repot nih kalau enggak ada. Kalau masih naik aja masih mending juga. Kadang-kadang yang dulu Rp 500 sekarang Rp 2.000. Kan nambah beras mahal sekali itu," katanya.
Soal ide alternatif pengganti plastik menurut Zulhas juga baik. Mengingat Indonesia kaya dengan bahan organik. "Kalau itu bisa, plastik diganti organik bagus sekali," pungkasnya.





