Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS), pada Rabu (15/4/2026) menyatakan bahwa China mendukung langkah AS untuk membuka kembali Selat Hormuz secara permanen.
Dalam unggahan media sosialnya, Trump mengatakan bahwa China telah sepakat untuk tidak mengirim senjata lagi ke Iran.
“China sangat senang bahwa saya membuka secara permanen Selat Hormuz. Saya melakukannya untuk mereka juga, dan untuk dunia. Situasi seperti ini tidak akan terjadi lagi. Mereka telah sepakat untuk tidak mengirim senjata ke Iran,” kata Trump melalui postingan Truth Social yang dikutip Antara.
Trump menambahkan bahwa AS dan China bekerja sama dengan baik dan cerdas, serta menilai kerja sama lebih baik dibandingkan konflik.
Sebelumnya, pada Sabtu (11/4/2026), Iran dan AS memulai pembicaraan di Islamabad setelah Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Teheran.
Lalu keesokan harinya, pada Minggu (12/4/2026), J.D. Vance Wakil Presiden menyatakan bahwa Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut dan delegasi AS akan kembali tanpa membawa hasil kesepakatan.
Kemudian pada Senin (13/4/2026), Angkatan Laut AS mulai memberlakukan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz, yang mencakup sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum, dan LNG dunia.
Washington menegaskan bahwa kapal non-Iran tetap dapat melintasi Selat Hormuz selama tidak membayar biaya kepada Teheran.
Sementara itu, pihak berwenang Iran belum mengumumkan penerapan pungutan tersebut, namun telah membahas rencana ke arah itu.(ant/ily/kir/ipg)




