Melania Trump menyampaikan pernyataan tegas soal hubungannya dengan pelaku kekerasan seksual, Jeffrey Epstein, di White House, pada Kamis (9/4). Ibu Negara Amerika Serikat ini mengatakan banyak individu yang menyebarkan fitnah tidak berstandar etika mengenai kasus ini.
Oleh karena itu, Melania berupaya untuk menjaga nama baiknya di tengah perbincangan panas soal hubungannya dengan Epstein. Ia mengaku sesekali pernah bertemu dengan Epstein, tapi tidak memiliki hubungan khusus dengannya.
“Untuk memperjelas, saya tidak pernah memiliki hubungan dengan Epstein atau kaki tangannya, Maxwell,” ujarnya dalam pidato tersebut.
Perempuan berusia 55 tahun ini menambahkan bahwa balasan email kepada Maxwell hanya sekadar berkomunikasi biasa, tidak ada alasan khusus. Saat bertemu pertama kali pada 2000 silam, Melania mengaku tidak mengetahui tindak kriminal yang dilakukan Epstein.
“Saya bukan saksi, juga bukan individu yang disebut dalam kaitannya dengan kejahatan Epstein. Nama saya tidak pernah muncul dalam dokumen pengadilan, deposisi, pernyataan korban, maupun wawancara FBI terkait kasus Epstein. Saya tidak pernah mengetahui adanya pelecehan yang dilakukan Epstein terhadap para korbannya,” ungkapnya.
Melania Trump ingin ada forum korban Jeffrey EpsteinDalam pidato tersebut, Melania juga menyampaikan kepada lembaga legislatif Amerika Serikat (Kongres) untuk membuat forum dengar pendapat yang berfokus mengadvokasi para korban Epstein.
“Berikan mereka kesempatan untuk bersaksi di bawah sumpah di hadapan Kongres. Setiap perempuan berhak menyampaikan kisahnya secara terbuka, jika ia menghendakinya, dan kesaksiannya harus dicatat secara permanen dalam catatan Kongres,” ujar Melania.
Ia mengatakan bahwa cara ini dapat jadi solusi untuk menemukan kebenaran dari kasus Epstein. Sehingga para korban juga mendapatkan keadilan terhadap apa yang dialaminya.
Dilansir BBC, salah satu korban Epstein bernama Lisa Phillips menyebutkan bahwa pernyataan Melania itu sangat berani. Namun ia tetap mempertanyakan tentang apa yang dapat Ibu Negara lakukan untuk mendukung korban.
Sekilas tentang kasus EpsteinKasus eksploitasi anak dan kekerasan yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein ini banyak melibatkan figur publik. Salah satunya adalah Andrew Mountbatten Windsor dari Kerajaan Inggris yang kini telah melepaskan gelar Duke of York pada Oktober 2025 akibat terlibat skandal Epstein.
Sebelumnya, Jeffrey Epstein pernah dihukum di Florida atas kasus pelecehan seksual di bawah umur pada 2008, tetapi hanya dipenjara selama 13 bulan. Ia kemudian kembali ditangkap di New York dengan dakwaan perdagangan seks anak di 2019. Lalu di tahun yang sama, ia ditemukan tewas bunuh diri dalam sel tahanan. Kini, kasus Epstein masih terus diselidiki untuk keadilan para korban.





