Marapi Erupsi Lagi, Kolom Abu Menjulang 1,6 Km

kompas.id
12 jam lalu
Cover Berita

PADANG, KOMPAS — Gunung Marapi, di antara Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali erupsi dengan ketinggian kolom abu hingga 1,6 kilometer dari puncak. Letusan keenam di bulan April 2026 ini merupakan yang tertinggi dalam periode tersebut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi melaporkan, erupsi terjadi pada Kamis (16/4/2026) pukul 08.43 WIB. Tinggi kolom abu teramati sekitar 1.600 meter atau 1,6 km di atas puncak atau sekitar 4.491 meter di atas permukaan laut.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur laut,” kata petugas pos PGA Marapi, Ilhamdi Saputra, dalam keterangan tertulis, Kamis. 

Baca JugaGunung Marapi di Sumbar Bererupsi, Hujan Abu Capai Radius 12 Kilometer

Ilhamdi melanjutkan, erupsi gunung yang saat ini berstatus Level II atau Waspada ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27,8 milimeter dan durasi sekitar 30 detik.

“Masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung, wisatawan, atau pendaki tidak boleh beraktivitas di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek Gunung Marapi,” ujarnya.

Selanjutnya, masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta tetap waspada. Sebab, potensi bahaya lahar hujan dapat terjadi kapan saja saat musim hujan. 

Apabila terjadi hujan abu, kata Ilhamdi, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan atau ISPA.

Baca JugaBelajar Waspada dari Kasus Erupsi Marapi
Baca JugaKorban Tewas Banjir Sumbar Bertambah Menjadi 41 Orang

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tanah Datar Purwanto mengatakan, sejauh ini tidak ada laporan dampak signifikan dari erupsi terbaru Gunung Marapi. Meskipun ada hujan abu, intensitasnya tidak tebal seperti erupsi Februari dan Maret lalu.

“Aktivitas (vulkanik) memang agak meningkat, tetapi sampai saat ini aman,” kata Purwanto.

Akan tetapi, Purwanto tetap meminta masyarakat di sekitar Gunung Marapi agar waspada terhadap potensi bencana erupsi, abu vulkanik, banjir lahar, dan sebagainya. 

Erupsi Gunung Marapi kali ini merupakan yang keenam dalam April 2026. Erupsi hingga 1,6 km ini juga merupakan yang tertinggi dari segi kolom abu yang teramati.

Pada lima erupsi sebelumnya, hanya pada 12 April kolom abu teramati setinggi 500 m di atas puncak. Sementara itu, pada erupsi 4 April (dua kali), 5 April, dan 13 April, kolom abu tidak teramati karena tertutup awan. 

Adapun erupsi terbesar pada 2026 terjadi pada 5 Februari malam. Erupsi mengeluarkan abu vulkanik setinggi 3 km di atas puncak atau sekitar 5.891 mdpl. Sejumlah lokasi di Batusangkar, ibu kota Tanah Datar, diselimuti abu vulkanik dari erupsi itu.

Baca JugaGunung Marapi Erupsi Setinggi 3 Kilometer, Batusangkar Diselimuti Abu Vulkanik

Letusan pada 5 Februari 2026 merupakan yang terbesar dari segi ketinggian kolom abu dalam tiga tahun terakhir. Letusan dengan kolom abu setinggi 3 km sebelumnya terjadi pada 3 Desember 2023. Saat itu, sebanyak 24 pendaki meninggal dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Selain letusan, pernah juga terjadi galodo atau banjir bandang di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Marapi pada 11 Mei 2024. Total korban tewas dalam bencana ini sebanyak 63 orang dan 10 orang lainnya hilang.

Baca JugaTragedi Galodo Marapi dan Titik Lemah Kesiapsiagaan Bencana


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengacara: Gus Yaqut Tak Pernah Kondisikan Pansus Haji USD 1 Juta
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Ini Alasan Kasus Andrie Yunus Diadili di Peradilan Militer
• 10 jam laluokezone.com
thumb
BPK Soroti Tiga Aspek Utama Kinerja Ditjen Pajak dalam LHP 2026 untuk Optimalisasi Penerimaan Negara
• 23 jam lalupantau.com
thumb
BMKG Minta Masyarakat Sumatera Utara Waspada 16-19 April
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Tim SAR Temukan Ekor Helikopter PK-CFX Hilang Kontak di Sekadau Kalbar
• 6 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.